Masuk

Said Abdullah Sikapi Wacana Jokowi Akan Jadi Cawapres: Beliau Bukan Orang Gila Kekuasaan

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Perihal wacana Presiden Jokowi akan jadi calon Wakil Presiden Prabowo Subianto di Pilpres 2024 mendatang kini menuai sorotan publik.

Mengetahui hal tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah buka suara saat berada di kompleks Parleman Senayan, Jakarta.

Dalam tanggapannya, Said Abudllah merasa sangat yakin bahwa Presiden Jokowi tak ingin lagi menjadi calon wakil presiden usai menjabat sebagai Presiden selama dua periode.

Baca Juga: Jelang Pemilu 2024, Jokowi Himbau Jangan Ada Gesekan Sosial dan Adu Domba Politik

“Hemat saya Pak Jokowi tidak serendah itu, beliau punya martabat, beliau punya legacy, dan beliau itu bukan orang yang gila kekuasaan, dan itu tidak mungkin terjadi,” katanya.

Selain dari itu, Ketua DPP PDIP Said bahkan menyampaikan bahwa Presiden Jokowi tak perlu memberikan respons atas wacana yang berkembang tersebut. Hal itu hanya dinilai buang-buang energi.

“Kan tidak perlu setiap ada isu tentang Presiden, Presiden harus menanggapi, nah hal-hal yang mustahil ngapain presiden capek-capek menanggapi hal-hal seperti itu,” ungkapnya.

Baca Juga: Heboh, Pernyataan Jokowi Seputar Pemimpin Rambut Putih, Denny Siregar: Bukan Ganjar, Bapak Rambutnya Hitam

Lebih lanjut, Said menyampaikan, bahwa Jokowi sebagai presiden akan meninggalkan legacy yang akan dikenang. Ia menilai sayang jika hal itu malah tercoreng dengan Jokowi menjadi wakil presiden.

“Legacy Pak Presiden pada 2024 itu akan selalu dikenang oleh publik, masa beliau sudah sedemikian rupa tiba-tiba beliau ditarik untuk jadi wapres, ya tidak mungkin dan tidak masuk akal,” pungkasnya. Dikutip Terkini.id dari Suara,com. Selasa, 27 September 2022.

Sementara itu, seperti yang diketahui sebelumnya, Presiden Jokowi perihal wacana tersebut dia menyebutkan bahwa dirinya menjadi calon wakil presiden (Cawapres) pada pilpres 2024. Menurut Jokowi, rumor tersebut bukan berasal dari dirinya.

“Kalau dari saya, saya terangkan, kalau bukan dari saya, saya ndak mau terangkan. Itu saja, terima kasih,” kata Presiden Jokowi mengutip dari Antara.

Baca Juga: Jokowi Menyebut Orang yang Berambut Putih Adalah Pemimpin Rakyat

“Sejak awal saya sampaikan bahwa ini yang menyiapkan bukan saya, urusan tiga periode sudah saya jawab, begitu dijawab muncul lagi yang namanya perpanjangan, juga saya jawab ini muncul lagi jadi wapres, itu dari siapa?” jelas Jokowi.

Wacana soal Jokowi dari Cawapres berawal dari pernyataan Juru Bicara Mahkamah Konstitusi (MK) Fajar Laksono tentang presiden dua periode bisa menjadi cawapres.

Fajar Laksono mengatakan ketentuan di UUD 1945 mengatur batasan pencapresan dua periode. Namun, tidak ada batasan mantan presiden mencalonkan diri sebagai wakil presiden.

“Kalau itu secara normatif boleh saja. Tidak ada larangan, tapi urusannya jadi soal etika politik saja menurut saya,” kata Fajar Laksono.

Namun MK lalu menyebut pernyataan tersebut sebagai pernyataan pribadi Jubir MK Fajar Laksono, bukan sikap resmi lembaga/putusan MK.

Pernyataan mengenai isu dimaksud bukan merupakan pernyataan resmi dan tidak berkaitan dengan pelaksanaan kewenangan MK.