Sakit-sakitan, lansia di Pangkep tinggal sendiri di gubuk kecil

Seorang lansia miskin di Pangkep yang terlantar.

Terkini. id, Pangkep – Sungguh malang nasib Saora, diusianya yang sudah lanjut dia hidup sendiri dan sakit-sakitan. Saora yang diperkirakan berusia diatas 90 tahun ini tinggal di gubuknya di pinggir sungai di Kampung Jennae, Kelurahan Kassi Kecamatan Balocci, Pangkep.

Gubuk kecil nan pengap yang dihuninya itu tak lebih besar dari rumah sawah. Hanya ada tungku tanah untuk memasak dan beberapa lembar kain lusuh yang dijadikan alas tidur. Tak ada kasur apalagi listrik. Setiap kali hujan, gubuknya tergenang.

Menurut warga sekitar, Saora sudah tidak mampu berdiri sejak beberapa waktu terakhir. Sebuah tumor dikakinya membuatnya sulit untuk berdiri. Indera pendengarannya terganggu membuatnya kesulitan berkomunikasi.

Karena kondisi fisik yang lemah dan gubuknya yang gelap dan bau, kakinya pernah digigit tikus.

Di kampung ini, nenek Saora sebenarnya tidak sendiri, rumah yang berada tepat didepan gubuknya adalah rumah anak pertamanya. Saat ditanya, apakah dia ingin pindah ke rumah anaknya, Saora menggeleng. Ia mengatakan lebih baik loncat ke sungai daripada pindah ke rumah anaknya.

Menarik untuk Anda:

Yang memperhatikan lansia ini adalah warga sekitar, salah satunya, Syamsiah, cucu dari saudaranya.

Kepada Terkini.id, Syamsiah menuturkan, Nenek Saorah memiliki tiga anak, dua anaknya merantau dan satu yang menetap di kampung. “Saya ji yang biasa bawakan makanan. Tadi juga baru saya ganti bajunya,” kata Syamsiah, Sabtu, 20 Januari 2018.

Syamsiah mengatakan, Saora sudah lebih sepuluh tahun bermukim ditempat itu. Selain dirinya yang mengurus Saorah, warga lain yang menaruh iba juga kerap memberikan makanan. “Tidak bisa makan kalau tidak dikasi, di kakinya ada tumor makanya dia susahmi berdiri. Pernah dia coba berdiri malah jatuh ke sungai , untung ada warga yang lihatki,” ucapnya.

Kehidupan Saora terungkap ke publik setelah seorang warga menyebarkan foto Saora dengan gubuknya di media sosial. Setelah ramai jadi perbincangan dunia maya, pemerintah akhirnya datang dan memjanjikan akan memperbaiki gubuk milik nenek Malang ini.

“Saya minta ke pemerintah, supaya gubuknya nanti dibangun dekat rumah saya saja, supaya gampang diurus, lebih dekat,” ujar Syamsiah.

“Harapan saya supaya nenek cepat sembuh saja, kasihan juga kalau lihat dia begini terus,” harapnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Hari Maulid, Ini 3 Film ‘Recomended’ tentang Sejarah Nabi Muhammad SAW

Viral Guru Minta Siswa Jangan Pilih Ketua OSIS Non Muslim

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar