Santri Perempuan Diciduk Satpol, Ketahuan Bersama 4 Pria di Kosan, Barang Temuan Petugas Bikin Geleng-Geleng

Terkini.id, Jakarta – Seorang santri perempuan diciduk Satpol PP bersama sejumlah rekannya di sebuah kosan di Ciamis.

Secara total, delapan remaja diamankan petugas yang mana terdiri dari empat pasangan, yaitu empat perempuan dan empat pula laki-laki.

Mirisnya, dari empat perempuan yang diamankan, salah satunya merupakan santri di sebuah pesantren, sementara satu perempuan lainnya tengah dalam kondisi hamil.

Mereka diamankan Satpol PP setelah warga melaporkan adanya aktivitas berkumpul dan mengonsumsi miras di sebuah kosan di Kelurahan Kertasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis.

Tanpa menunggu lama, petugas Satpol PP langsung bertindak dan mendatangi kosan tersebut pada Kamis kemarin, 22 Juli 2021.

“Saat ke lokasi kos-kosan, memang benar kami mendapati empat orang wanita dan empat orang laki-laki di dua kamar kos yang berbeda,” ungkap Kabid Trantib Satpol PP Kabupaten Ciamis, Asep Sule, dikutip dari Suara, jaringan terkini.id.

“Sehingga kami langsung mengamankan dan menggiring mereka ke Kantor Satpol PP guna dimintai keterangan.”

Ia mengatakan bahwa razia yang pihaknya lakukan berdasarkan laporan dari warga bahwa di kosan tersebut sedang ada kumpul muda mudi.

“Sekitar pukul 14.15 WIB, kami menerima laporan dari warga melalui sambungan telepon. Warga melaporkan bahwa ada sekelompok anak muda yang sedang berkumpul dalam satu kosan, makanya kami langsung menerjunkan anggota untuk memastikan laporan tersebut.”

Setelah cek lokasi, lanjut Asep, petugas mendapati delapan orang remaja yang sedang berkumpul dan pesta miras di kamar kosan.

Petugas menemukan barang bukti yang bikin geleng-geleng, yaitu berupa minuman keras dalam botol plastik yang sedang mereka tenggak.

Lantaran disinyalir tengah pesta miras, maka petugas Satpol PP langsung mengamankan mereka dengan membawa delapan remaja itu ke kantor Satpol PP untuk pendataan.

Saat dimintai keterangan ketika masih dalam kosan, awalnya mereka mengelak sedang minum miras.

Namun, setelah petugas membawa mereka ke kantor Satpol PP, empat remaja laki-laki yang terjaring akhirnya mengakui.

“Dari keterangan empat orang perempuan muda tersebut, salah satunya ada seorang wanita yang sedang hamil empat bulan. Kemudian, satu orang berstatus pelajar SMA dan santri salah satu pondok pesantren, satu orang lagi putus sekolah dengan usia 17 tahun,” terang Asep.

Sementara, empat orang remaja laki-laki ada yang masih sekolah dan ada yang putus sekolah.

Setelah pendataan, petugas menyuruh delapan remaja tersebut menghubungi orang tua masing-masing untuk datang ke kantor Satpol PP Ciamis.

“Karena meresahkan warga, maka kami bertindak. Untuk bisa pulang, pihak orang tua harus datang menjemput anaknya ke kantor Satpol PP,” tuturnya lagi.

“Lalu kita beri pengarahan kepada orang tuanya supaya mengawasi anaknya dan tidak lagi melakukan perbuatan yang bisa merugikan bagi anak maupun orang tuanya,” pungkasnya.

Bagikan