Satgas Anti-mafia Polisi Mulai Bergerak, Petinggi PSSI Ditangkap Terkait Pengaturan Skor

Terkini.id, Jakarta — Polisi menangkap satu orang anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI lantaran terlibat dalam kasus dugaan pengaturan skor di sepak bola nasional.

Exco tersebut adalah Johar Lin Eng, yang juga menjabat Ketua Asprov PSSI Jawa Tengah.

Johar ditangkap di bandara Halim Perdana Kusuma, dan dibawa ke Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis 27 Desember.

Johar juga menjabat sebagai anggota komite eksekutif (exco) PSSI.

Johar ditangkap setelah ada laporan pengaturan skor pertandingan. Pengaduan itu menyebutkan ada pihak-pihak yang meminta uang agar klub bisa naik dari Liga 3 ke Liga 2.

Selain Johar, ada dua nama lain yang mengemuka ikut terlibat dalam pengaturan skor, antara lain Hidayat, dan Papat Yunisal.

Nama Johar, Hidayat, dan Papat terungkap dalam tayangan Mata Najwa di Trans7.

Keterlibatan Johar, Hidayat, dan Papat tidak terjadi di level elite Liga Indonesia atau Liga 1, melainkan di level Liga 2 dan Liga 3.

Hidayat sendiri diketahui merupakan pengurus PSSI yang menduduki beberapa posisi di komisi. Mulai dari wakil ketua di bidang kompetisi, ketua komisi pengembangan sepak bola usia muda, hingga wakil ketua bidang sepak bola.

Dalam acara Mata Najwa, akhir November 2018, Manajer Madura FC Januar Herwanto menyebut Hidayat pernah mencoba melakukan suap disertai ancaman agar klub tersebut mengalah dan memberikan kemenangan kepada PSS Sleman dalam lanjutan kompetisi Liga 2 di bulan Mei.

Dilansir dari CNNIndonesia, Hidayat langsung mengundurkan diri usai terseret pengaturan skor. Hidayat langsung mengundurkan diri usai terseret pengaturan skor.

Sementara Papat Yunisal, muncul setelah Lasmi merasa ditipu setelah ditawari menjadi Manajer Timnas Indonesia Putri U-16 oleh seseorang yang disebut bernama Miss T, dan belakangan diklaim sebagai anak dari Mr. P.
Menurut Lasmi agar prestasi Persibara terus menanjak ia diharuskan memberikan kontribusi kepada PSSI (pusat), salah satunya dengan menjadi Manajer Timnas Indonesia Putri U-16.

Saat itu Lasmi dan Budhi Sarwono sudah mengeluarkan Rp300-400 juta untuk pemusatan latihan Timnas Indonesia Putri U-16 di Banjarnegara.

Berita Terkait