Satpol PP Makassar Akan Beri Sanksi Warga yang Membuang Sampah Sembarangan

Sampah plastik genangi pantai Losari Makassar / Herman Kambuna

Terkini.id, Makassar – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar kembali akan menegakkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 4 Tahun 2011 tentang Persampahan dan Kebersihan. Sanksi bagi warga yang melanggar adalah denda maksimal Rp 50 juta dan ancaman kurungan 3 bulan.

“Kita akan sosialisasikan lagi. Kemudian beri sanksi bagi warga yang masih membandel,” kata Kepala Satpol PP Makassar Iman Hud kepada Makassar Terkini, Jumat 27 Juli 2018.

Menurut Iman Hud, sudah pernah ada warga yang diberikan sanksi. Saat itu Iman menjabat sebagai Camat di Kecamatan Ujung Pandang. “Sekarang sebagai Satpol PP yang bertugas menegakkan Perda, saya akan sosialisasikan lagi aturan ini,” katanya.

Dia mengatakan, sanksi bagi pelanggar Perda adalah solusi terakhir. Sehingga diharapkan masyarakat secara sadar mau membuang sampah pada tempatnya. “Biasa kita lihat ada mobil mewah. Penumpang di dalamnya seenaknya membuang sampah di jalan raya,” keluhnya.

Iman berharap semua instansi dan warga yang tinggal di Kota Makassar ikut bersama menjaga kebersihan kota. “Jangan mengaku berpendidikan kalau masih buang sampah sembarangan,” ujarnya.

Posko Mobile

Satpol PP Makassar punya posko keliling yang terbuat dari kontainer. Akan dimanfaatkan oleh Tim Penegak Hukum Perda (TPHP). “Akan digunakan sebagai tempat sidang PK5 yang melanggar dan pelanggar Perda Kebersihan,” kata Iman.

Pihak yang dilibatkan dalam Posko Keliling ini adalag Kepolisian, Kejaksaan, dan Hakim. Satpo PP akan mengumpulkan bukti pelanggaran. “Sidangnya dilakukan di tempat,” katanya.

Berita Terkait