Satu Keluarga Korban Gempa Sulteng Belum Ditemukan

Gempa Palu
Satu keluarga korban gempa Sulteng, Sri Wahyuni (anak), Ijal (suami), dan Yuyung (istri) sampai saat ini belum diketahui keberadaannya. (foto: terkini.id)

Terkini.id – Gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter yang mengguncang Donggala dan Palu Sulawesi Tengah, Jumat, 28 September 2018 Pukul 18.02 yang disusul gelombang pasang tsunami setinggi 1,5-2 meter menghantam pesisir pantai Palu memakan korban jiwa yang begitu banyak.

Sampai saat ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) masih terus melakukan evakuasi dan pendataan terhadap korban gempa dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. Namun masih banyak warga yang belum ditemukan, karena BNPB masih belum dapat melakukan komunikasi.

Baru-baru ini, terkini.id mendapatkan informasi bahwa satu keluarga yang tinggal di sekitaran Patung Kuda di pesisir pantai Talise, Palu, belum diketahui keberadaannya.

Satu keluarga tersebut yakni Ijal berusia 40-an tahun (Suami), Yuyung berusia 40-an tahun (Istri) dan anaknya, Sri Wahyuni berusia 20-an tahun.

Pihak keluarga korban, Zanuddin Nai, yang dikonfirmasi oleh terkini.id membenarkan bahwa ketiga sanak keluarganya tersebut hingga kini belum bisa dihubungi.

Menarik untuk Anda:

“Terakhir kami komunikasi dengan mereka 2-3 hari sebelum gempa terjadi. Kami sudah coba terus hubungi mereka, tapi tidak bisa pak,” kata Zanuddin kepada terkini.id, Sabtu, 29 September 2018.

Ijal merupakan pria asal Takalar, Sulawesi Selatan, yang merantau kerja ke Sulawesi Tengah. Sedangkan istrinya, Yuyung, merupakan warga asal Lombok yang bermigrasi ke Palu.

Bagi pembaca terkini.id yang mengetahui keberadaan ketiganya, bisa menghubungi nomor kontak : 0823-9303-3156 atas nama Zanuddin Nai.

Pihak kerabat dan keluarga sangat berharap ketiganya bisa berkumpul kembali dengan sanak keluarganya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Wanita Tiga Anak Tinggal di Tempat Sampah Usai Suami Dipenjara Gegara Dituduh Mencuri

Ini Penyebab Pemotor Hadang Mobil Ambulans di Depok yang Sedang Bawa Pasien

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar