Satu Pemilik Akun Penyebar Fitnah Pilkada Tator Diduga Istri Anggota DPRD

Terkini.id, Makale – Penyidik Polres Tana Toraja segera menetapkan tersangka pemilik akun medsos yang memosting dugaan fitnah terhadap Enos, asisten Cawabup Toraja, Victor Datuan Batara (VDB).

Penyidikan terhadap dugaan fitnah ini berdasarkan laporan Enos Sabtu akhir pekan lalu yang keberatan atas fitnah terhadap dirinya. 

Setidaknya dua saksi sudah dimintai keterangan untuk menentukan tersangka. Saksi-saksi tersebut diduga terkait pemilik akun fitnah itu. Selasa 24 November 2020 besok, satu per satu calon saksi dipanggil untuk dimintai keterangan.

Baca Juga: 4 Hari Jelang Pencoblosan Pilkada Tator, Nico-Victor Banjir Dukungan

Dugaan fitnah via Facebook tersebut terjadi Jumat 20 November 2020 saat korban bernama Padang menjadi korban penganiayaan di Terminal Makale.

Sejumlah postingan berseliweran di medsos yang menuding Enos sebagai pelakunya. Postingan itu bahkan memasang foto Enos disandingkan dengan korban, lalu menuding Enos sebagai pelaku dan Padang sebagai korban.

Baca Juga: Tak Menangkan Nico-Victor, Taufan Pawe Ancam Sanksi Kader dan Legislator...

Ternyata, dari hasil klarifikasi, korban Padang membantah jika Enos adalah pelaku. Padang mengaku dianiaya kerabatnya di Terminal Makale. Pelaku sendiri sudah ditangkap aparat.

Atas fitnah tersebut, Enos melaporkan sejumlah akun yang memosting fitnah terhadap dirinya, berikut akun yang ikut membagikan postingan tersebut.

Sejumlah akun terlapor di antaranya, akun sandabunga, akun Tato Ajaa, akun Erwin Mappadang, dan akun Merda Mangajun yang ikut membagikan postingan itu.

Baca Juga: Diserang Isu Politik Identitas, Danny Pomanto: Jangan Pilih Pemimpin Tukang...

Diduga, akun Merda Mangajun adalah milik istri anggota DPRD Tana Toraja. Akun-akun terlapor ini sedang ditelusuri cyber crime Polda Sulsel untuk pengembangan sebelum menentukan tersangka dalam kasus tersebut.

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Kasatreskrim) Polres Tana Toraja, Ajun Komisaris Polisi (AKP) John Paerunan, via telepon, Senin 23 November 2020, mengungkapkan, kasus ini masih dalam tahap penyelidikan sebelum menentukan tersangka kasus tersebut.

Dua saksi sudah diperiksa, namun John enggan menyebutkan identitasnya. Sementara, akun terlapor sedang ditelusuri tim Cyber Crime Polda Sulsel.

“Selanjutnya, istri anggota DPRD Tana Toraja yang diduga pemilik akun Merda Mangajun belum kita panggil karena kita masih melengkapi bukti dari saksi-saksi,” kata John.

Menurut John, pihaknya masih akan memeriksa sejumlah saksi guna kelengkapan berkas.

Adapun kasus ini memenuhi unsur pelanggaran Undang-undang ITE, tambah John, pihaknya belum menentukan sikap berhubung masih membutuhkan saksi dan bukti lainnya.

Sponsored by adnow
Bagikan