SBY Dituding Danai Aksi 212, Rizal Ramli: Dia Raja Pelit

Terkini.id, Jakarta – Ekonom senior, Rizal Ramli menanggapi soal tudingan yang menyebut Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY telah mendanai Aksi 212 pada 2016 silam.

Rizal Ramli pun mengaku tak percaya dengan tudingan tersebut. Pasalnya, ia menilai tak mungkin SBY mau mendanai Aksi 212 itu lantaran menurutnya pendiri Partai Demokrat tersebut adalah sosok yang pelit.

Hal itu disampaikan Rizal Ramli saat tampil dalam program Karni Ilyas Club, seperti dilihat pada Kamis 25 Februari 2021.

Baca Juga: Ingatkan SBY Soal Pendaftaran Demokrat Sebagai Milik Pribadi, Warganet: Tuhan...

Dalam tayangan tersebut, Rizal Ramli menceritakan dua minggu sebelum Aksi 212 digelar Presiden Jokowi bertanya ke Rizal siapa di belakang aksi 411 dan 212.

Pertanyaan yang disampaikan Jokowi tersebut, kata Rizal, menanggapi laporan dari intel kala itu.

Baca Juga: Emosi ke SBY, Pencipta Partai Demokrat: Dia Licik dan Pembohong

“Jokowi bilang kayaknya berdasarkan laporan intelijen ini massa bakal turun 2-3 juta. Pasti itu ada bandarnya. Iya kan. Menurut intel ada bandarnya,” ujar Rizal Ramli.

Saat dirinya bertanya ke Jokowi siapa dalang dan bandar aksi demo tersebut, presiden mengatakan SBY.

“Jokowi bilang Pak Luhut sebut bandarnya SBY ngeluarin uang Rp100 miliar,” ungkap Rizal Ramli menirukan ucapan Jokowi ketika itu.

Baca Juga: SBY Daftarkan Demokrat Atas Nama Pribadi, Pertanda Jadi Partai Keluarga?

Mendengar hal itu, Rizal pun tertawa. Pasalnya, ia mengenal baik sosok SBY yang menurutnya tak mungkin mau mengeluarkan banyak uang untuk mendanai Aksi 212 itu.

“Saya bilang, ‘Mas Jokowi, aku tuh kenal banget sama SBY. Dia itu raja pelit mas, kalau 5 miliar oke, 10 miliar masih mungkin, 20 miliar tak mungkin, kalau 100 miliar itu sudah pasti bohong’ dan ngakak saya tertawa,” kata Rizal Ramli.

Mengutip Hops.id, sebelumnya SBY lewat sebuah videonya yang beredar menyebut bahwa saat ini dirinya kembali difitnah mendanai Aksi 212 pada 2016.

Dalam video yang beredar pada Rabu 24 Februari 2021 itu, SBY pun dengan tegas membantah tudingan tersebut.

Awalnya, SBY dalam video tersebut membahas soal upaya kudeta Partai Demokrat. Selain itu, ia juga menyinggung bahwa dirinya difitnah telah mendanai Aksi 212.

Kabar fitnah itu, kata SBY, diterimanya ketika Presiden Jokowi mendapat informasi dari jenderal bintang empat bahwa SBY lah yang mendanai Aksi 212 tersebut.

“Informasi itu disampaikan kepada saya oleh seorang petinggi ‘berbintang empat’, dan konon yang melaporkan kepada Presiden Jokowi adalah petinggi ‘bintang empat’ yang lain,” cerita SBY dalam video itu.

Menanggapi tudingan itu, SBY pun langsung mengonformasi kepada Jusuf Kalla dan Wiranto kala itu.

Kedua pejabat itu membenarkan adanya informasi dari oknum jenderal bintang empat soal manuver SBY dalam Aksi 212.

Lantaran merasa difitnah, SBY di hadapan para kader Partai Demokrat dengan tegas mengaku berani bersumpah bahwa tudingan dirinya mendanai Aksi 212 tersebut tidak benar.

“Para kader, semuanya itu fitnah yang kejam, keterlaluan dan 100 persen tidak benar. Saya bersedia bersumpah di hadapan Allah SWT,” ujarnya.

Sponsored by adnow
Bagikan