SBY Kupas Skandal Jiwasraya, Dorong DPR Bentuk Pansus seperti Kasus Bank Century

SBY, asia sentinel
Susilo Bambang Yudhoyono. (sumber foto : matamatapolitik.com)

Terkini.id, Jakarta  – Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) akhirnya mengulas panjang lebar terkait skandal di PT Asuransi Jiwasraya (Persero).
SBY mengaku harus mengeluarkan pendapat setelah skandal Jiwasraya dan Asabri dinilainya sudah cenderung dipolitisasi.

Melalui tulisan panjangnya yang dibagikan di facebook, SBY mengungkapkan awalnya tidak ingin berkomentar dan tidak mau membuat gaduh.

Menurut dia, kasus kerugian Jiwasraya dia anggap sebagai persoalan bisnis semata. Termasuk saat Presiden Jokowi menyampaikan bahwa permasalahan Jiwasraya sudah sejak 10 tahun lalu, SBY mengaku wajar saja.

“Namun, ketika mulai dibangun opini, dan makin kencang, bahwa seolah tidak ada kesalahan pada masa pemerintahan sekarang ini, dan yang salah adalah pemerintahan SBY, saya mulai bertanya. Apa yang terjadi? Kenapa isunya dibelokkan? Kenapa dengan cepat dan mudah menyalahkan pemerintahan saya lagi?” tulisnya lagi.

Dalam bagian tulisan ‘Ada yang dibidik dan hendak dijatuhkan’, SBY pun bercerita soal isu Jiwasraya yang makin ramai dibicarakan di awal Januari 2020, ditambah isu Asabri.

Bisik-bisik, sejumlah lembaga asuransi dan BUMN lain konon juga memiliki permasalahan keuangan yang serius.

Dukung Pembentukan Pansus Jiwasraya

Meskipun saat ini Pansus Jiwasraya batal dibentuk oleh DPR RI, SBY menilai sebenarnya pansus tersebut menarik dilihat.

Ketua Umum Partai Demokrat tersebut mengaku perlu menelisik lebih dalam alasan orang-orang yang semula menginginkan pansus untuk menyelidiki masalah Jiwasraya. Dia amat kaget mendengar alasan tersebut.

“Ketika saya gali lebih lanjut mengapa ada pihak yang semula ingin ada Pansus, saya lebih terperanjat lagi. Alasannya sungguh membuat saya ‘geleng kepala’. Katanya… untuk menjatuhkan sejumlah tokoh,” ucap SBY, Senin (27/1/2020).

“Ada yang ‘dibidik dan harus jatuh’ dalam kasus Jiwasraya ini. Menteri BUMN yang lama, Rini Soemarno harus kena. Menteri yang sekarang Erick Thohir harus diganti. Menteri Keuangan Sri Mulyani harus bertanggung jawab. Presiden Jokowi juga harus dikaitkan,” imbuh dia.

SBY menegaskan nama-nama yang sering disebut di arena publik dan seolah pasti terlibat dan bersalah belum tentu bersalah. Termasuk tiga nama tadi.

Selain isu penjatuhan menteri, SBY lalu teringat pembentukan Pansus Hak Angket Century dan dia mengenang dirinya sama sekali tidak takut dengan langkah politik tersebut.

Rumor dan berita yang dibangun, kata SBY, juga tidak kalah seramnya. Diisukan jumlah dana Rp 6,7 triliun dalam penyelamatan Bank Century semuanya mengalir ke Tim Sukses SBY dalam Pilpres 2009., termasuk para petinggi Partai Demokrat. Dengan gegap gempita karenanya Pansus dibentuk, hak angket digunakan oleh DPR RI.

“Namun saya tetap tenang. Saya juga tak takut dengan dibentuknya Pansus. Bahkan tak pernah menghalanginya. Padahal koalisi pendukung pemerintah cukup kuat waktu itu. Jumlah anggota DPR RI dari Partai Demokrat juga sangat besar, 148 orang. Mengapa saya tak takut dengan Pansus Bank Century?” jelas SBY.

Masalah di Jiwasraya, awalnya disebut Presiden Jokowi terjadi sejak tahun 2009. Tidak lama setelah pernyataan tersebut, Kejaksaan Agung (Kejagung) mengusut dan menetapkan sejumlah tersangka.

Lima orang sudah menjadi tersangka. Mereka adalah eks Dirut Jiwasraya Hendrisman, eks Direktur Keuangan Jiwasraya Hary Prasetyo, bos PT Hanson International Benny Tjokrosaputro, eks Kadiv Investasi dan Keuangan Jiwasraya Syahmirwan, serta Presiden Komisaris PT Trada Alam Minera Heru Hidayat.

Jaksa Agung ST Burhanuddin mengindikasikan bakal ada tersangka baru dalam kasus ini. Soal penerapan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Burhanuddin juga mengindikasi penyidik kejaksaan akan mengarah pada TPPU dalam kasus ini.

“Pasti nanti ke arah TPPU,” kata Burhanuddin di Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung Jalan Jakarta, Kota Bandung, Senin (27/1).

Tulisan panjang SBY bisa dilihat lengkap di sini.

Komentar

Rekomendasi

Dijagokan di Pilkada Bulukumba, Ini Prestasi Pipink untuk Nasdem

Pulang dari Baksos di Cindakko, Mahasiswi Universitas Mega Rezky Hilang Diduga Hanyut

Tagih Utang, Pria Diduga Debt Collector Ini Caci Maki Tentara dengan Nama Binatang

Sebut Wanita Bisa Hamil Saat Berenang, Komisioner KPAI Sitti Hikmawatty Minta Maaf

Videonya Viral, Satpam yang Usir Bapak Penjual Parfum dengan Kasar Minta Maaf

Gara-gara Bungkusan Makanan, Emak-emak Ini Tampar Penumpang Kereta

Perkuat Image Safety Riding, Astra Motor Makassar Gencarkan Kampanye #Cari_aman

Benarkah Sperma Bisa Berenang di Kolam dan Membuat Hamil seperti Kata Anggota KPAI?

Dua Lagi Jenazah Dievakuasi Tadi Subuh, Basarnas: Semua Korban Susur Sungai Sudah Ditemukan

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar