Sebut Anwar Abbas Islam Garis Keras, Gus Sahal: Dia Suka Nyinyir dan Serang Pemerintah

Sebut Anwar Abbas Islam Garis Keras, Gus Sahal: Dia Suka Nyinyir dan Serang Pemerintah

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Gus Sahal menilai padangan dan pernyataan Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Anwar Abbas mencerminkan sosok Islam garis keras lantaran suka nyinyir dan menyerang pemerintah.

Hal tersebut dilontarkan Gus Sahal dalam videonya yang tayang di kanal Youtube Cokro TV, seperti dilihat pada Jumat 9 April 2021.

Dalam tayangan video itu, Gus Sahal awalnya mengomentari terkait pernyataan Anwar Abbas yang belakangan melontarkan kritikan pedas terhadap kebijakan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas yang meminta agar doa semua agama dibacakan di acara-acara Kemenag.

Ia pun mengaku heran dengan lembaga MUI. Pasalnya, kata Gus Sahal, setiap muncul di hadapan publik khususnya di media massa MUI pasti selalu diwakili oleh Anwar Abbas.

Padahal, menurut Gus Sahal, masih banyak tokoh ulama moderat dan intelektual lainnya yang ada di MUI.

Baca Juga

“Saya heran, kenapa sih setiap kali MUI ditampilkan di media massa, yang muncul lagi-lagi Anwar Abbas. Kepengurusan MUI baru kan isinya banyak tokoh-tokoh ulama dan intelektual Islam yang moderat, tapi kok enggak pada muncul gitu. Ada apa?,” ujar Gus Sahal.

Pria bernama lengkap Akhmad Sahal ini juga mengaku bahwa sebelumnya ia sempat menaruh harapan banyak terhadap kepengurusan MUI yang baru.

Menurutnya, hal itu karena pengurus sebelumnya dinilai kerap membuat pernyataan yang provokatif.

Akan tetapi, pada pengurusan MUI saat ini justru muncul tokoh MUI yang tidak berbeda jauh dengan penguru sebelumnya yang juga provokatif yakni Tengku Zulkarnain alias Tengku Zul.

“Tadinya saya dan banyak orang menaruh harapan dengan kepengurusan MUI sekrang, setidaknya karena tidak ada lagi sosok provokatif seperti Tengku Zulkarnain. Eh ternyata muncul Anwar Abbas yang 11-12 dengan Tengku Zul,” tutur Gus Sahal.

Menurut pandangannya, keberadaan Anwar Abbas yang sering tampil semakin memperkuat gambaran MUI yang sebenarnya yakni menampilkan Islam garis keras hingga cenderung nyinyir terhadap kebijakan pemerintah tanpa memahami duduk persoalannya.

“Keberadaan Anwar Abbas yang sering tampil mewakili MUI, ini memperkuat gambaran MUI semacam ini. Misalnya pernyataan-pernyataan Waketum MUI ini sering menampilkan pandangan keislaman yang garis keras, cenderung nyinyir ke pemerintah, bahkan sebelum tahu duduk soalnya,” ungkap Gus Sahal.

Ia pun mencontohkan, misalnya saat pemerintah membubarkan ormas Front Pembela Islam, Anwar Abbas justru menyerang pemerintah dan membela FPI.

“Jadi misalnya ketika ada pelarangan ormas FPI oleh pemerintah, dia buru-buru menyerang pemerintah dan tampil sebagai pembela FPI,” jelasnya.

Mengutip Hops.id, Gus Sahal dalam video itu pun teringat kembali kritikan yang sempat diungkapkan oleh KH Mustofa Bisri atau Gus Mus beberapa waktu lalu.

“Saya jadi teringat kritikan KH Mustofa Bisri atau Gus Mus terhadap MUI beberapa tahun lalu, dan kritikannya menurut saya masih relevan. MUI itu sebenarnya makhluk apa sih? Tanya Gus Mus,” ucapnya.

Menurut Gus Mus, lanjut Gus Sahal, MUI itu merupakan sebuah lembaga organisasi yang tidak jelas. Keberadaannya tidak bisa disebut sebagai partai politik ataupun lembaga pemerintah, tapi anehnya mengapa lembaga itu mendapatkan dana dari pemerintah.

“Bagi Gus Mus, MUI ini organisasi enggak jelas. Parpol bukan, lembaga pemerintah bukan, ya hanya ormas biasa, organisasi kemasyarakatan keagamaan biasa, tapi kok ya dapat dana dari APBN,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.