Segini Jumlah Warga Indonesia yang Sudah Divaksinasi Covid-19, Banyak Batal dan Tunda

Terkini.id – Proses vaksinasi Covid-19 di Indonesia sudah berlangsung sejak 13 Januari 2021 pekan lalu.

Hingga saat ini sudah ada sebanyak 172.901 orang di Indonesia yang sudah mengakses suntikan vaksinasi Covid-19 pada tahap pertama.

Mengutip suaracom, jaringan terkini.id, data orang yang sudah mendapat vaksinasi Covid-19 ini termasuk diantaranya para nakes yang berasal dari 13.525 fasilitas pelayanan kesehatan seperti rumah sakit, laboratorium, dan puskesmas di 92 kabupaten kota di 34 provinsi Indonesia.

“Ada sekitar 27.000 tenaga kesehatan yang kemudian belum mendapatkan vaksinasi, dikarenakan, karena batal atau pun ditunda dengan sejumlah beberapa alasan,” ujar Jubir Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, dr. Siti Nadia Tarmizi, MPH.

Mungkin Anda menyukai ini:

Nakes yang batal dan ditunda mendapat vaksinasi ini dikarenakan berbagai kondisi yang tidak memungkinkan, seperti kondisi tekanan darahnya yang sedang tinggi di atas 140 per 90, sedang hamil dan menyusui hingga nakes yang mengalami sakit penyerta atau komorbid.

Baca Juga: WHO: Tidak Realistis Berharap Pandemi Covid-19 Berakhir Tahun Ini

Beberapa juga ditemukan nakes, yang masuk dalam kategori sembuh atau penyintas Covid-19. Mengingat penyintas Covid-19 termasuk kelompok yang tidak akan mendapat suntikan vaksin lebih dulu.

Hal ini karena dalam tubuhnya, masih memiliki antibodi yang mampu punya kekebalan melawan Covid-19 apabila kembali terinfeksi.

Sementara itu, proses vaksinasi Covid-19 terhadap nakes ini masih terus akan berjalan dengan target 1,47 juta nakes yang mendapatkan suntikkan.

Baca Juga: Plt Gubernur Sulsel: Jangan Takut Divaksin

Meski ada beberapa yang belum terdaftar pada tahap pertama vaksinasi, nakes ini tetap akan disuntik vaksin di tahap kedua penyuntikkan di luar dari 92 kabupaten kota yang sudah terdaftar.

“Kita tahu bahwa vaksinasi ini sangat penting diberikan kepada tenaga kesehatan, supaya kita bisa mengurangi tingkat keparahan, bahkan kematian akibat Covid-19. Apalagi sudah lebih dari 600 orang nakes yang meninggal karena terinfeksi Covid-19,” terang Nadia.

Bagikan