Sejumlah Kalangan Sebut Buku Hak Angket yang Soroti Gubernur Nurdin Tak Layak Edar

Terkini.id, Makassar – Buku yang berjudul “Hak Angket Kawal Demokrasi, DPRD Sulsel Menguak Fakta Dugaan Pelanggaran Gubernur Nurdin Abdullah” menjadi sorotan sejumlah kalangan lantaran dinilai menyebarkan informasi yang tak berimbang, dan cenderung fitnah.

Hal itu terungkap pada diskusi bedah buku yang dihelat Forum Pemuda Bhinneka Tunggal Ika (FPBTI) Sulawesi Selatan di Rogar Cafe, Jalan Hj. Saripa Raya, Makassar, Kamis, 9 Januari 2019.

Buku dengan ketebalan 162 halaman itu diterbitkan media Intermedia Publishing yang mengulas fakta persidangan Panitia Hak Angket DPRD Sulsel.

Sebagai editor naskah, Aris Asnawi dan Rusman Madjulekka, sementara kata pengantar ahli Dr A Madjid Sallatu selaku Tim Panitia Hak Angket DPRD.

“Buku ‘Hak Angket’ yang telah beredar itu tidak jelas dasar hukum dan kaidah penulisannya karena tidak memiliki penulis jelas,” kata Pengamat Hukum, Amir Ilyas saat menjadi salah satu pembicara.

Amir menilai aktor dibalik buku tersebut sangat berbahaya lantaran mengalamatkan kepada Gubernur Nurdin Abdullah namun tidak mencantumkan nama penulisnya.

“Menurut saya itu sangat berbahaya buat orang yang mengedit atau menginisiator buku ini karena bisa dianggap menempatkan keterangan palsu dan akhirnya tindak pidananya semakin jelas, dan itu bisa ditindak lanjuti oleh polisi tanpa aduan,” tegas Amir.

Amir menjelaskan bahwa fakta sidang hak angket memang melalui tanya jawab antara terperiksa dengan panitia hak angket di DPRD Sulsel. Namun, ia menilai dalam buku tersebut tidak sesuai dengan fakta sesungguhnya.

“Iya kalau secara opini tulisannya memang ini adalah fakta persidangan, persoalannya ada beberapa hal yang tidak sesuai judul dan isinya, itu yang membuat penghinaan terhadap kekuasaan karena menyebut gubernur di judul itu, padahal tidak ada diisi,” pungkasnya.

Sementara, salah satu penulis dalam buku Hak Angket, Hasrullah, mengatakan dirinya hanya sebagai kontributor pada buku tersebut. Untuk itu, kata dia, kehadirannya untuk memberi klarifikasi.

“Saya hadir untuk memberi klarifikasi soal buku Hak Angket, karena beberapa tulisan saya yang pernah dimuat di media cetak juga telah disunting tidak sesuai aslinya,” kata dia.

Salah satu politisi Sulsel yang juga hadir sebagai pembicara, Akbar Endra, menyatakan bahwa buku ini ‘ngawur’ lantaran tidak memenuhi etika dan produk intelektualisme.

“Seharusnya buku ini tidak beredar, tidak layak,” tutupnya.

Komentar

Rekomendasi

Iqbal Agendakan Penyemprotan Massal di Seluruh Wilayah Makassar, Ini Jadwalnya

Pemkot MakassarĀ Siapkan Fasilitas Tempat Tinggal Bagi Perawat Pasien Corona

42 Orang Positif Covid-19 di Makassar, Tim Gugus Tugas Imbau Masyarakat Tetap di Rumah

Bantu Tim Medis Covid-19, Alumni Teknik Unhas 2007 Produksi Swab Chamber

Pemkot Makassar Siapkan Lokasi Pemakaman Khusus Covid-19, ini Tempatnya

TERBARU: Toko Bahan Pokok Bisa Buka Hingga Malam, Ini Syaratnya

Iqbal: Hanya Toko Penyedia Bahan Pokok yang Tetap Beroperasi di Makassar

Peduli Kondisi Warga di Tengah Wabah Corona, Aktivis Milenial Sulsel Bagikan Sembako

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar