Sejumlah Proyek Mandek, Kepala Bappeda Makassar Bilang Begini

Bappeda Makassar
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Andi Khadijah Iriani

Terkini.id, Makassar – Sejumlah proyek Pemerintah Kota Makassar mandek, bahkan beberapa di antaranya telah mengalami gagal tender.

Berdasarkan Informasi yang dihimpun terkini.id, paket yang selesai sekitar 227 dari 338 paket yang ditender.B

agian Layanan Pengadaan Barang dan Jasa (BLPBJ) Setda Kota Makassar mencatat ada 61 paket yang masih berproses di Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) per Oktober lalu.

Plt Kepala Bagian Pengadaan BLPBJ Kota Makassar, Surahman, menyatakan pihaknya tetap optimis semua paket yang telah ditarget tahun 2019 ini bisa selesai dan rampung.

Namun, kata dia, upaya tersebut harus didukung oleh SKPD terkait proses pemilihan penyedia atau rekanan.

Menarik untuk Anda:

“SKPD harus proaktif menyediakan dokumennya untuk pengadaan barang dan jasa, dan kami siap melakukan proses percepatan,” kata Surahman, Senin, 9 Desember 2019.

Menurut Surahman, banyaknya proyek gagal tender tidak sepenuhnya kesalahan Pemkot Makassar. Sebab, rekanan atau penyedia kurang dan tidak memenuhi persyaratan yang diinginkan berdasarkan regulasi barang dan jasa.

Melihat kondisi tersebut, besar kemungkinan proyek yang belum tuntas akan dikebut dan dikerjakan asal-asalan sehingga hasilnya tidak maksimal.

Terkait hal itu, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar Andi Khadijah Iriani mengatakan, diperlukan perhatian serius oleh masing-masing SKPD.

Menurut Iriani, seluruh perencanaan sudah dilakukan pihaknya dengan matang, meskipun dilakukan di tahun yang sama dengan proses pelelangannya.

“Ini memang perlu mendapat perhatian yang serius. Perencanaan kita sudah matang, tetapi dilakukan di tahun yang sama dengan proses pelelangan,” ujar Iriani.

Iriani menilai, waktu yang akan digunakan dalam pelaksanaan proyek hingga penyelesaian lebih pendek atau singkat sampai akhir tahun.

“Pelaksanaan sampai penyelesaian waktunya lebih pendek dan singkat sampai di akhir tahun, di mana pencairan dana di akhir tahun juga pertengahan Desember,” jelasnya.

Sebenarnya, kata Iriani, pihaknya sudah menyampaikan kepada seluruh SKPD ihwal perencanaannya.

Oleh sebab itu, ia menduga proses keseluruhannya berjalan bersamaan sehingga beberapa proyek di Pemkot Makassar mengalami mandek, gagal dan dikebut di akhir tahun.

“Saya rasa itu tadi masalahnya, karena perencanaan penganggaran bersamaan dengan pelaksanaan proyeknya di tahun yang sama. Semestinya perencanaan dilakukan di tahun sebelumnya,” tutupnya.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Masih Pandemi Covid-19, Pemkot Makassar Tiadakan Pesta Rakyat

Kondisi Ekonomi Membaik, Jumlah Laporan PHK di Makassar Berkurang

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar