Sekolah Dasar di Parepare mulai terapkan after school

Gakken, perusahaan dari Jepang yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kesehatan mulai menerapkan pola pendidikan kerjasama dengan pemerintah K ota Parepare

TERKINI.id, PAREPARE – Gakken, perusahaan dari Jepang yang bergerak dalam bidang pendidikan dan kesehatan  mulai menerapkan pola pendidikan kerjasama dengan pemerintah K ota Parepare. Di SDN 5 misalnya, puluhan anak-anak dari kelas II mengikuti tes awal program Gakken After School, Rabu 6 Desember 2017.

Kepala SDN 5 Parepare Anas Aziz mengatakan tujuan dari pola kerjasama itu supaya para peserta didik khususnya kelas II dapat meningkat kualitasnya dalam mengahadapi kompetisi didunia pendidikan.

“Tujuannya supaya anak-anak meningkatkan kualitas dan kompetensi karena ini dianggap kerjasama yang sangat penting melihat perkembangan perusahaan Gakken yang bermanfaat,” terangnya

Bentuk kegiatan pendidikan Gakken akan berjalan setelah sepulang sekolah. Para peserta didik akan diberikan kegiatan ekstrakurikuler dengan menerima pelajaran khusus yang akan berlangsung terus menerus.

Sementara itu Kurnia selaku advisor yang juga guru kelas disana mengatakan khusus pada program Gakken tersebut hanya menekankan pada bidang studi matematika saja. Mata pelajaran itu akan diterapkan selama empat kali dalam seminggu yang diperkirakan berjalan hingga empat bulan.

Baca :Kepala Dinas Pendidikan tidak tahu ada pembokaran rumah guru

“Karena orang Jepang berpendapat bahwa kalau anak kita kuat di matematika maka pelajaran lain sudah agak gampang dia kuasai,” beber Kurnia.

Ia mengaku semua SD yang ada di Parepare akan menerapkan pola yang sama dan ditangani oleh guru khusus yang ada disetiap sekolah.

“Ini tes awal matematika yang kami lakukan, ada 25 nomor soal yang harus diselesaikan dalam waktu 20 menit,” bebernya

Materi soal yang diberikan kepada siswa adalah bentuk penjumlahan yang belum pernah didapatkan para siswa disekolah. Karena bentuk pertanyaannya menggunakan pola dengan kalimat bukan angka-angka.

Sebelumnya Kata dia program itu sudah berlangsung pada semester I yang hanya diikuti oleh 8 sekolah dan pada semester II ini telah mencakup semua sekolah di Parepare. Tes seperti itu dilakukan sebelum dan setelah pembelajaran untuk pengambilan data sebagai bahan evaluasi peserta didik.

Ia menambahkan program ini hanya menyasar kelas awal atau kelas II dikarenakan kemampuan peserta kelas I yang masih belum merata di semua sekolah.

Baca :Belajar bisnis berkah sejak dini Ala SDIT Insantama

“Masih banyak siswa kelas I terutama yang dari sekolah pinggiran belum bisa membaca, makanya sasarannya peserta dari kelas II,” imbuh dia.

PenulisArsyad