Seks Saat Haid, Bolehkah?

Salah satu hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang wanita yang sedang haid adalah melakukan senggama atau ilmiahnya coitus dengan suaminya. Source : Kompas.lifestyle

Terkini.id, – Ada beberapa kontroversi menyangkut boleh tidaknya berhubungan seks pada saat istri mengalami haid atau menstruasi. Ada yang mengatakan mutlak tidak boleh dengan alasan agama, ada yang mengatakan boleh tapi tidak sampai coitus, ada yang bilang boleh asal menggunakan pelindung atau kondom, tapi ada juga yang bilang boleh mutlak, entah itu dengan pelindung maupun tidak dan beberapa pendapat lainnya.

Menyikapi perbedaan yang demikian kita tidak boleh mengedepankan akal semata, apalagi nafsu. Salah satu hal yang tidak boleh dilakukan oleh seorang wanita yang sedang haid adalah melakukan senggama atau ilmiahnya coitus dengan suaminya. Jadi, sah-sah saja jika ada yang ingin melakukan aktivitas seksual lain, selama tidak sampai coitus.

Risiko Melakukan Seks Saat Haid
Pertama, yang harus diketahui adalah soal darah haid. Darah haid adalah darah normal yang biasa keluar secara alami dari seorang wanita karena adanya peluruhan lapisan endometrium dari dalam rahim. Darah haid ini bukanlah darah penyakit, tetapi bisa menjadi media berkembangnya kuman, karena kuman sangat senang menggunakan darah sebagai media pertumbuhan mereka.

Jika seorang wanita memiliki penyakit STD (sexually transmitted diseases) seperti herpes atau gonore, maka darah haid bisa menjadi media berpindahnya virus kepada pasangannya. Begitu juga sebaliknya, penis bisa saja membawa kuman dari luar yang kemudian berkembang melalui darah yang ada di vagina, yang menyebabkan infeksi pada vagina.

Kedua, pada saat haid, vagina perempuan akan menjadi sangat sensitif sehingga jika ada penetrasi, maka terjadilah friksi-friksi pada dinding vagina yang memungkinkan terjadinya luka atau lecet pada dinding vagina yang pastinya akan mengakibatkan rasa sakit dan perih karena terkoyak. Jika rasa sakit itu sangat luar biasa, dapat mengakibatkan wanita menjadi trauma.

Ketiga, ketika melakukan coitus, terlebih jika sampai orgasme, akan terjadi kontraksi pada organ-organ reproduksi, termasuk rahim. Kontraksi tersebut mendorong darah haid masuk ke rongga perut melalui tuba atau saluran telur.

Darah yang telah masuk melalui saluran telur ini dapat memperbanyak diri dan ikut memproduksi darah pada saat haid selanjutnya. Inilah yang disebut dengan endometriosis (kista) yang menyebabkan berkurangnya kesuburan, apalagi jika sampai menutupi saluran telur.

Risiko lain akibat hubungan seksual disaat haid adalah peradangan panggul akibat infeksi saluran telur yang dapat meninggalkan gejala sisa penyempitan saluran dan meningkatkan risiko untuk terjadi kehamilan di luar kandungan. Begitu juga dengan pendarahan sekitar menopause (perimenopausal bleeding) dan histerektomi (pengangkatan rahim) akibat pendarahan.

Menggunakan Kondom
Memang, menggunakan alat pelindung seperti kondom bisa sedikit “menyelamatkan” diri dari tertularnya penyakit-penyakit. Namun perlu diperhatikan juga kondisi emosional wanita di saat ia haid dan biasanya wanita beranggapan bahwa haid adalah masa-masa istirahat dari aktivitas seksual.

Ada sebagian yang telah “mencoba” berhubungan seks pada saat haid dan berpendapat bahwa hal tersebut tidak berakibat apa-apa. Pertanyaannya adalah, sudah berapa kali Anda melakukan hal tersebut dan sudah berapa lama? Efek dan resiko dari seks saat haid tentunya tidak bisa “sekali jadi”.

Meski ada yang bisa langsung merasakan, seperti trauma, infeksi vagina, nyeri panggul, dan sebagainya,. Tapi ada beberapa juga yang membutuhkan waktu untuk mendeteksi. Dan, yang patut dipertanyakan adalah apakah tidak merasa jijik jika berhubungan seks pada saat pasangan mengalami haid?

Berita Terkait
Komentar
Terkini