Sel Tidur ISIS yang Mengerikan dan Cara Mengenalinya

sel tidur isis

Terkini.id – Anak-anak dalam video ini, tidak direkrut dari jalanan. Mereka anak biologis para jihadis Indonesia yang sebagiannya telah padam disergap Densus 88, atau mati konyol dengan meledakkan diri.

Lihat videonya

Para inang pengasuhnya lah yang kemudian menanam doktrin bahwa orangtua mereka mati “sya(h)ngid” oleh penguasa negeri thogut–yang lucunya bukan Amerika atau Israel, biang kerok yang memunculkan Mujahidin, HAMAS, dan ISIS.

Terlalu naif kalau masih membayangkan “armada perang” ISIS suatu saat akan menyeberang dari Marawi, Mindanao, ke Sulawesi Utara lalu menguasai kota-kota Indonesia sampai Jakarta. Naif betul kalau menganggap ISIS itu sebagai kumpulan kompi atau batalyon pasukan bersenjata saja.

Bukan begitu cara kerja ISIS!

ISIS bekerja dengan fitnah yang merusak dan meradikalisasi pikiran. Aset mereka bukan senjata, atau pasukan tempur semata. Melainkan sekumpulan orang yang sudah diekstremkan (dicuci) otaknya, diradikalisasi pandangannya, ditanam kebencian dalam perasaannya. Mereka yang sudah kena cuci otak itu bagaikan SEL TIDUR, yang sewaktuwaktu bisa digerakkan atau dibangkitkan dengan PEMICU tertentu.

PEMICU yang paling mengerikan adalah sentimen SARA (Suku, Agama, dan Ras) yang dibangun (baca: dikompori) di atas ketimpangan sosial. TUGAS kita bersama adalah mewaspadai benih selsel tidur ISIS ini.

Bagaimana cara mengenalinya?

Salah satu pengujian yang paling mudah adalah pascatragedi BOM Kampung Melayu kemarin, dan atau BOM bunuh di Surabaya (awal Mei 2018).

Kenali & tandai potensi BENIH sel tidur ISIS, yaitu orang-orang dengan ciri:

1. Membuat opini bahwa teror bom adalah rekayasa saja.

2. Membuat opini bahwa pemberantasan teror adalah menyudutkan umat Islam.

3. Membuat opini bahwa teror bom itu satu paket dengan kriminalisasi ulama.

4. Mereka mengubah wajah Islam (agama) yang damai, jadi keras dan sarat pertikaian.

5. Menyusup ke dalam sebuah negara yang Muslimnya mayoritas, dalam tubuh organisasi “keagamaan” berkecenderungan politik. HTI yang sudah dibubarkan itu, salah sebuah contohnya. Termasuk Jamaah Ansharut Daulah, yang jadi dalang Bom Kampung Melayu.

6. Menganggap kerja Densus 88 sebagai upaya menakuti warganegara yang beragama Islam.

7. Memasang komentar miring di setiap berita dalam jaringan–terkait terorisme atau penangkapan teroris.

8. Membuat akun pribadi atau robot yang ditujukan untuk membalik pemahaman orang orang “tertindas” agar berbalik melawan negara.

9. Merebut tampuk khatib & imam di masjid/mushala yang kurang makmur jamaah shalatnya.

Selain menggunakan organ sel, mereka berkoloni dalam satu areal berkedok perumahan islami atawa berbasis syar’i. Entah dari sudut tilikan apa mereka sebegitu yakinnya bahwa perumahan itu berlandaskan Islam. Mungkin rumahnya menghadap kiblat kali ya. Tapi lucunya, masih memakai jaringan internet. Produk buatan “bangsa” kafir yang secara pengecut mereka perangi

Pola pikir yang keliru dan mulai kena racun khilafah, harus segera diluruskan. Bermula dari perang pikiran. Lalu mereka ubah segala isu sehingga menjadi robot kebencian dan berujung pembunuhan berhadiah “surga”. Dalam dada mereka yang membara, hanya ada the lethal coctail (ramuan kematian).

Ingat:

Sel tidur ISIS itu puluhan kali lebih berbahaya dari pasukan nyata yang ditampilkannya. Kota Marawi di Mindanao direbut hanya dengan 500 orang pasukan ISIS yang terlihat. Tapi ada 10x lipat pasukan yang tidak kasat mata.

5.000an sel tidur di Marawi yang selama ini diam dan kemudian diaktifkan, yang membuat ISIS menang mudah di sana adalah, karena pembodohan masyarakat yang tertipu untuk menerimanya sebagai perwakilan agama. Mereka tidak memahami bahwa kelakuan yang seperti itulah penghancur keutuhan agama, negara dan bangsa dari dalam “selimut.” Jangan pernah sungkan menegur, menguntit, mengawasi, dan memaksa orang sejenis mereka agar keluar dari kampung kita yang tenang dan damai.

Jadi, Anda masih mau DIAM saja sampai tiba suatu saat pintu rumah Anda yang mereka ketuk, lalu Anda baru tersadar bahwa ternyata kepercayaan mereka adalah pembantaian?

 

Komentar

Rekomendasi

Videonya Viral, Ini Pengakuan Ojol yang Lindungi Makanan Pesanan Pelanggan dari Semprotan Disinfektan

Puluhan Napi Dibebaskan akibat Pandemi Corona Kecuali Habib Bahar, Ini Alasannya

Update Kasus Corona di Sulsel, 80 Orang Positif, 172 PDP

Kabar Duka, Satu Guru Besar UI PDP Corona Meninggal Dunia

Curhat Sedih Bocah Anak Perawat, Ibuku Menjauhiku Demi Menolong Dirimu

Belajar Berhitung

Para Koruptor Berpeluang Bebas karena Corona, Termasuk Setya Novanto

Viral Video Polisi Usir Pengunjung Restoran yang Sedang Makan di Tempat

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar