Selain Bayi Tabung, Morula IVF Makassar Punya Teknologi Baru IMSI-Time Lapse

Terkini.id, Makassar – Perkembangan inovasi di dunia kedokteran semakin memudahkan pasangan menikah yang kesulitan memperoleh anak.

Salah satunya dengan program bayi tabung. Kini tidak perlu jauh-jauh ke luar negeri untuk melakukan program bayi tabung.

President Director PT Morula IVF Makassar Nusratuddin Abdullah mengatakan siap
untuk membantu mengatasi masalah ketidaksuburan (infertilitas) pasangan suami istri.

Luncurkan Teknologi Terbaru

Hal itu ia sampaikan saat meluncurkan teknologi terbaru yang diaplikasikan di Morula IVF Makassar bernama Intracytoplasmic Morphologically Selected Sperm Injection (IMSI) di Tokyo Atrium Mal Pipo, Minggu, 25 Agustus 2019.

Dengan Teknologi IMSI, Ia mengatakan, kecacatan bentuk pada sperma bisa terdeteksi sebelum fertilisasi.

Pasalnya, sperma yang mempunyai bentuk tidak sempurna bakal berakibat pada perkembangan embrio yang kurang baik.

“Dan berakhir dengan gagalnya program bayi tabung,” ungkapnya.

Scientific Director of PT. Morula Indonesia Arief Budiono menyatakan, teknologi IMSI mampu melakukan pemilihan sperma terbaik dengan lebih detail menggunakan mikroskop khusus yang bisa memperbesar penampakan sperma hingga 6.000 kali.

“Dulu orang menganggap hanya sel telur yang menentukan kualitas embrio. Tapi kemudian disadari faktor sperma juga menentukan kualitas embrio. Karena itu, sperma juga diseleksi. Ternyata angka kehamilan menjadi lebih bagus, terutama untuk kasus-kasus yang gagal berulang,” ungkapnya.

Dia mengatakan, teknik IMSI dikembangkan tim yang diketuai Profesor Benyamin Bartoov dari Male Fertility Laboratory yang melakukan penelitian menggunakan mikroskop canggih untuk menyeleksi bentuk dan karakteristik sperma hingga 6 ribu kali.

“Teknologi IMSI merupakan pengembangan ICSI untuk menyeleksi sperma dengan lebih detail menggunakan mikroskop dengan kemampuan pembesaran sangat tinggi,” paparnya.

Medical Director of PT. Morula Indonesia Arie A. Polim menegaskan bahwa dogma mandul yang beredar pada masyarakat harus dihilangkan. Ia menyebut tidak kata “mandul”.

“Tidak ada kata mandul, melainkan kekurang suburan. Semua orang berpotensi untuk memiliki anak, hanya saja memang ada yang kurang subur dan itu memerlukan bantuan teknologi,” ungkapnya.

Ia menyebut pasangan yang menggunakan teknik IMSI mengalami kehamilan sangat signifikan 66 persen dibandingkan dengan pasangan yang hanya menggunakan teknik ICSI 33 persen.

“Sperma yang buruk akan memengaruhi kualitas embrio. Kualitas embrio yang buruk meningkatkan kegagalan kehamilan,” tutupnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini