Selain cantik, wanita Bugis juga tangguh. Ini buktinya

Cenning Rara
Wanita Bugis

Terkini.id, – Setiap wanita sepakat pasti ingin terlihat cantik. Namun, perkara cantik bukan hanya tergambar dari fisik yang dapat dinikmati oleh mata. Kecantikan inner beauty atau kecantikan dari dalam diri yang bisa menjadi penunjang kecantikan seorang wanita.

Selalu ada pesona istimewa bagi wanita yang merawat diri dan membina kebiasaan positif dalam kehidupan sehari-harinya. Kecantikan juga dapat tampak dari kehebatan seorang wanita. Terlebih lagi jika ia mampu menjaga kehormatannya.

Sudah menjadi hal umum, bila para wanita Indonesia terkenal dengan kecantikannya yang unik dan eksotis. Hal ini bisa terlihat dari begitu banyak rahasia kecantikan yang mewakili setiap suku di tanah air. Bahkan banyak dijumpai produk kecantikan yang mengambil ide dari kekayaan alam tradisional di daerahnya.

Wanita Bugis juga memiliki racikan khusus dari warisan nenek moyang, identik dengan perawatan kulit menggunakan bedak. Mulai dari bedak untuk mencerahkan kulit sampai bedak penghalau sengatan matahari.

Bedda lotong, dulunya hanya bisa ditemukan di kampung-kampung pedalaman. Sekarang sudah menjadi salah satu produk kecantikan khas Makassar yang terkenal di berbagai kalangan, hingga terjual dalam bentuk prodak lulur dan masker di masyarakat Makassar, dan juga bisa dijadikan ole-ole juga lho jika berkunjung ke Makassar.

Bedda lotong adalah bedak berbahan dasar beras yang di sangrai sampai benar-benar gosong. Bisa dicampur dengan bahan alami lainnya yang akrab dikenal ampuh mempercantik kulit.

Bedda Lotong

Nah, ada juga bedda tettu, bedak yang bisa digunakan untuk mencegah kulit terbakar oleh panasnya segatan matahari.

Terbuat dari bahan-bahan yang berasal dari tanaman herbal yang akrab di dunia memasak. Diantaranya beras, kunyit, dan temulawak. Semua bahan tinggal dicampur menjadi satu dan ditumbuk dengan menggunakan alu hingga halus. Bedak ini biasa digunakan oleh kalangan petani yang ada di pedesaan Sulsel pada musim panen.

Bedda Tettu terbuat dari tanaman herbal

Selain terkenal dengan kecantikannya, wanita Makassar juga terkenal dengan paras kecantikan yang terpancar dari kehebatan-kehebatannya. Ketangguhannya memberi nilai lebih dalam dirinya.

Dalam lintas sejarah, wanita Bugis Makassar mendapat rasa kagum dari Thomas Standford Raffles yang tertuang pada salah satu bab tentang Celebes di dalam bukunya yang berjudul History of Java (1817).

Raffles menuliskan bahwa perempuan Bugis Makassar menempati posisi yang lebih terhormat daripada yang disangkakan, mereka tidak mengalami kekerasan, pelanggaran privacy atau dipekerjakan paksa sehingga membatasi aktifitas mereka, dibanding yang dialami kaumnya di belahan dunia lain.

Sejarah juga mencatat beberapa wanita hebat yang pernah hadir di bumi Bugis Makassar. Diantaranya Colli’ Pujie’ yang merupakan seorang perempuan bangsawan Bugis yang hidup di masa abad-19. Ia bukan hanya sekadar bangsawan, tapi seorang sastrawan, budayawan, pemikir ulung, penyalin naskah lontara bugis kuno, dan jurutulis istana kerajaan Tanete (di Kabupaten Barru sekarang).

Berkat jasa perempuan hebat Bugis ini, kita mampu membaca epos Lagaligo sekarang. Perempuan Bugis yang juga penguasa di Tanete ini dahulunya mendirikan sekolah rakyat pada tahun 1890an, lebih dulu berpuluh-puluh tahun dari Kartini.

Pejuang asal Bugis, Colli’ Pujie’

Ada juga pejuang wanita asal Sulawesi Selatan yang menjadi Pahlawan Nasional Indonesia, Ia bernama Opu Daeng Risadju.

Opu Daeng Risadju merupakan pelopor partai serikat Islam yang menentang kolonialisme Belanda. Ia terkenal dengan kalimatnya bahwa kalau hanya karena adanya darah bangsawan mengalir dalam tubuhku sehingga saya harus meninggalkan partaiku dan berhenti melakukan gerakanku, irislah dadaku dan keluarkanlah darah bangsawan itu dari dalam tubuhku, supaya datu dan hadat tidak terhina kalau saya diperlakukan tidak sepantasnya.

Pada masa Revolisi, Opu dan pemuda Sulawesi Selatan berjuang melawan NICA yang kembali ingin menjajah Indonesia.

Selain itu yang tidak kalah hebatnya dari Opu, ada Emmy Saelan, kita pasti akrab dengan nama tersebut. Sosok wanita yang diangkat namanya menjadi salah satu nama jalan yang ada di kota Makassar.

Banyak orang yang melewati jalan Emmy Saelan namun, tidak banyak yang tahu siapa sebenarnya orang itu.

Tokoh wanita pejuang, Emmy Saelan

Emmy Saelan adalah tokoh pejuang dan pernah menjadi pengawal setia Bung Karno. Ia tergabung dalam anggota palang merah, tetapi ia selalu berpakaian ala laki-laki dan memilih bertempur di garis depan. Emmi gugur pada tanggal 23 Januari 1947, saat memimpin sekitar 40 pasukan bertempur jarak dekat melawan Belanda.

Cantik itu bisa dilihat dari berbagai aspek. Jadi jangan mudah minder kalau ada yang lebih cantik secara fisik dari kalian. Semua wanita cantik kok. Hanya saja tiap orang memang punya penilaian tersendiri. Namun, sesungguhnya kecantikan sejati itu bisa nampak kalau kalian ramah dan bersahabat dengan orang sekitar.

 

Tentang Penulis

Mahasiswa Fisioterapi Poltekkes Makassar / IG @Fakhiha68

Komentar

Rekomendasi

Berkebun di Rumah Selama social distancing Pandemi Covid-19

Aktor ini Tulis Puisi untuk Jurnalis Tangguh yang Meliput Wabah Corona

Penyandang Disabilitas di Makassar Produksi Masker Atasi Kelangkaan di Tengah Wabah Corona

Ini Pesan dan Ajakan Aryo Wijoseno Guna Lawan Corona

Cegah Virus Corona, AMPHURI Bersama PCNU Bakal Gelar Doa dan Zikir

Syamsul, 10 Tahun Mengikis Gunung Pakai Linggis yang Ketiban Rezeki Umrah

Peringati Hari Kanker Sedunia, Karyawan Best Western Makassar Kenakan Pita

Tak Banyak yang Tahu, Inilah Orang Pertama di Indonesia yang Diangkat Jadi PNS

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar