Selewengkan Dana Desa Lalu Mangkir, Gaji Rahman Jalan Terus

Terkini.id, Pangkep – Tersangka kasus penyelewengan anggaran desa Mattiro Bone Abdul Rahman (38 tahun) yang juga mantan pelaksana tugas kades diketahui sempat mangkir bertugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) selama beberapa bulan.

Menurut Camat Liukang Tupabiring Paharuddin, Rahman terdaftar sebagai staf seksi trantib dikantornya. Rahman ditunjuk sebagai pelaksana tugas kades awal 2016 dan mencairkan anggaran desa tahap pertama.

Ia mulai mangkir dari tugasnya saat proyek jalan desa yang diprogramkan tak kunjung terealisasi padahal anggarannya sudah habis. “Sampai Desember 2016, dia sudah jarang ke kantor. Akhirnya camat saat itu, Sahaba Nur yang ditunjuk untuk merangkap sebagai pelaksana tugas kades,” kata Paharuddin, 3 September 2018.

Paharuddin melanjutkan, awal 2017 ia dilantik menjadi camat dan Sahaba Nur menjadi Kepala BPBD Pangkep. Saat pemeriksaan BPK, proyek jalan yang tak kunjung realisasi tersebut menjadi temuan. Polisi menyidik dan Rahman tak pernah lagi datang.

Paharuddin mengaku empat kali melayangkan surat teguran kepada Rahman. Surat hukuman disiplin tersebut berturut-turut diberikan kepada Rahman mulai 2017 lalu. Surat teguran lisan bulan April, teguran tertulis Mei, pernyataan tidak puas secara tertulis Agustus 2017 dan terakhir pernyataan tidak puas secara tertulis pada Maret 2018.

Surat-surat hukuman disiplin tersebut juga ditembuskan ke Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah Kabupaten Pangkep dan Dinas Pengelola Keuangan Kabupaten Pangkep. Bukannya diambil tindakan, kepada polisi Rahman mengaku selama mangkir bertugas, gajinya tetap masuk ke rekeningnya setiap bulan tanpa potongan.

“Jadi kalau ada yang bilang saya melakukan pembiaran atas perilaku indisiplinernya sebagai ASN itu keliru,” ujarnya.

Setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus proyek fiktif yang merugikan negara sebesar Rp265 juta, polisi melakukan pencarian Rahman. Surat panggilan pemeriksaan tak kunjung dipenuhinya. Akhirnya di Sabtu 1 September dinihari, Rahman diciduk polisi dipersembunyian disebuah kontrakan di Kota Makassar.

Berita Terkait
Komentar
Terkini