Sempat Dinyatakan Hilang, Dua Warga Korban Tsunami Palu Berhasil Ditemukan

Gempa Palu
Gempa bumi dan Tsunami di Donggal dan Palu menimbulkan kerusakan dan memakan banyak korban jiwa

Terkini.id, Palu – Gempa bumi berkekuatan 7,4 skala richter yang mengguncang Donggala dan Palu Sulawesi Tengah, Jumat 29 September 2018 Pukul 18.02 yang disusul gelombang pasang tsunami setinggi 1,5-2 meter menghantam pesisir pantai Palu memakan korban jiwa yang begitu banyak.

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BPNB) masih terus melakukan evakuasi dan pendataan terhadap korban gempa di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah. Tercatat sampai berita ini diturunkan sudah tercatat sebanyak 384 orang meninggal dunia di Palu.

Data itu berdasar informasi Kepala Pusat Data, Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho. Data tersebut belum termasuk yang meninggal di Donggala karena belum dapat teridentifikasi oleh BNPB yang belum dapat melakukan komunikasi.

Gempa Palu
Mall di Sulawesi Tengah Roboh Akibat Gempa 7,7 Skala Richter

Sebelumnya, dua warga Sukabumi juga sempat dinyatakan hilang saat terjangan tsunami melanda. Diketahui, saat itu keduanya tengah mengikuti pameran sektor usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di Palu bersama empat orang warga Sukabumi lainnya.

“Ada enam warga Kabupaten Sukabumi yang merupakan utusan dari Forum Komunikasi Doa Bangsa (FKDB) yang mengikuti pameran tersebut. Mereka diberangkatkan atas undangan Walikota Palu,” ujar Ketua FKDB Sukabumi, Ayep Zaki di Sukabumi , dikutip dari antaranews, Sabtu, 29 September 2018.

Menarik untuk Anda:

Dua warga Sukabumi yang sempat dinyatakan hilang itu adalah Nurmansyah (32 tahun) dan Qurun Pamungkas (6 tahun) yang pada saat kejadian tengah mengikuti acara pameran UMKM se-Sulawesi Tengah di Festival Pesona Palu Nomani di pantai Palu.

Saat itu, Nurmansyah hendak menolong Qurun dari terjangan tsunami. Namun ia malah ikut terseret.

Meski sempat dinyatakan hilang, Nurmansyah dan Qurun akhirnya berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada Sabtu, 29 September pukul 08.00 WITA. Kini keduanya pun sudah dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Gempa Palu
Tsunami menghantam pesisir Pantai Talise Palu usai gempa

Namun demikian, pihak keluarga korban masih merasa cemas, karena para korban belum bisa dipulangkan. Hal ini disebabkan bandara yang ada belum bisa beroperasi karena banyaknya fasilitas yang rusak akibat guncangan gempa.

Qurun sendiri dibawa ke Palu oleh ayahnya Rudhian Aripin yang juga ambil bagian dalam pameran itu. Akan tetapi, saat kejadian ayah Qurun tidak sedang bersama mereka.

“Kedatangan anggotanya ke pameran itu untuk mempromosikan tempe dari Kabupaten Sukabumi. Saat kejadian ada enam orang dalam stand, empat orang selamat dan dua orang yakni Nurmansyah dan Qurun sempat terhempas air laut. Namun Alhamdulillah keduanya ditemukan dalam keadaan selamat,” ucap Ayep.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Hendri Tewas di Kantor Polisi dengan Kepala Dilakban, Ini Kronologi Versi Kapolres

Gubernur NA Resmikan Galery ATM Center Bank Sulselbar

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar