Sentil Artis Pamer Kemewahan, Ade Armando: Menggelikan dan Membahayakan

Terkini.id, Jakarta – Ade Armando, dosen dan pakar komunikasi mengomentari soal fenomena artis suka pamer kemewahan.

Awalnya ia menyoroti kabar terbaru bahwa Atta Halilintar dan Aurel Hermansyah berbulan madu ke Bali dengan menggunakan pesawat pribadi.

Juga bahwa Aurel nampak menenteng tas bermerek Hermes yang bernilai ratusan juta.

Baca Juga: Tanggapi Seruan Aksi, Ade Armando: Para Mahasiswa Dungu Dimanfaatkan Politisi...

“Buat saya, ini sih menggelikan. Mereka kan berbulan madu ke Bali, kok pakai pesawat pribadi? Memangnya kalian nggak mau ya berada satu pesawat dengan orang biasa-biasa saja? Kepengen merasa istimewah yah sehingga harus terpisah dengan orang-orang kebanyakan?” kata Ade di Cokro TV pada Sabtu, 10 April 2021.

“Dan apa pula sih keistimewaan tas itu sehingga harus berharga Rp235 juta?” lanjutnya.

Baca Juga: Indigo Ini Ungkap Ciri-Ciri Presiden 2024, Raffi Ahmad Sampai Terkejut!...

Untuk adilnya, Ade juga menyebutkan sejumlah artis lain seperti seperti Raffi Ahmad, Nikita Mirzani, Andrea Taulani, dan lain-lain.

Ia menyoroti salah satu konten YouTube populer di mana sesama selebriti saling mengunjungi rumah untuk memperlihatkan kemewahan.

“Misalnya Atta mendatangi rumah Luna Maya yang memperagakan koleksi sepatu dan tas mahalnya,” kata Ade.

Baca Juga: Singgung Beragama Tanpa Akal, Ade Armando: Kita Semua yang Harus...

Ia juga menambahkan deretan artis lain yang juga melakukan hal yang sama.

Tak ketinggalan pula ia menyebut Sisca Kohl yang akhir-akhir ini memang sedang naik daun karena konten TikTok-nya yang memperlihatkan kuliner unik nan mahal.

“Ini semua, buat saya, memalukan dan membahayakan,” cetusnya.

Menurut Ade, radikalime memang jelas ancaman bagi masyarakat. Namun, gaya hidup mewah orang kaya yang dipertontonkan juga merupakan suatu masalah.

Ia menyebutkan tiga alasan mengapa ia menyebut hal tersebut berbahaya.

“Pertama, ini adalah teladan yang salah tentang keunggukan yang hendak dicapai kalau kita bekerja keras,” paparnya.

Kedua, lanjut Ade, ini adalah contoh yang salah tentang bagaimana sebaiknya Anda membelanjakan uang yang Anda peroleh setelah Anda bekerja keras.

“Dan alasan ketiga, ini adalah gaya hidup yang bisa menimbulkan kecemburuan dan kemarahan masyarakat.”

Ade memperingatkan bagaimana dalam revolusi sosial di berbagai tempat, kaum borjuis atau kaum orang kaya dibunuh karena dianggap sebagai penyebab kemiskinan.

“Kita di Indonesia harus selalu ingat dengan ancaman itu. Jangan pamer kemewahan, karena pameran kemewahan itu menyakitkan hati,” tandas Ade.

Bagikan