Sepak terjang Buwas yang bikin was-was mafia pangan

Terkini.id, Jakarta – Sempat diserang isu miring dicopot oleh Presiden Jokowi dari posisi Kepala BNN, Budi Waseso kini justru mendapat jabatan lebih strategis: Direktur Utama Badan Urusan Logistik (Bulog).

Pria yang akrab disapa Buwas itu dipilih untuk menggantikan Djarot Kusumayakti, setelah ditetapkan oleh Menteri BUMN Rini Soemarno, pada Jumat 27 Maret 2018 lalu.

Padahal, jenderal polisi bintang tiga itu sebelumnya diisukan tidak sepaham dengan Jokowi soal pemberantasan narkoba. Sehingga dicopot.

Rupanya, pemerintah mendorong Buwas yang tegas, dan jujur, untuk mengurus Bulog. Sebuah badan yang bertugas mengendalikan harga pangan di Indonesia, agar lebih stabil.

Posisi sebagai Dirut Bulog cukup strategis, mengingat mafia pangan hingga spekulan, khususnya beras, selalu leluasa bermain di saat Bulog lemah.

Dengan sepak terjang sebagai mantan Kabareskrim Polri, hingga mantan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso punya peran besar untuk memperkuat peran Bulog, yang melawan mafia-mafia pangan.

Apa saja sepak terjang Buwas?

Pimpin penangkapan Susno Duadji

Pada 2010 silam, Budi Waseso memimpin penangkapan Komisaris Jenderal Susno Duadji di Bandara Soekarno-Hatta. Saat itu, Susno akan berangkat ke Singapura, dan Budi Waseso merupakan anak buah Susno.

Kapolda Gorontalo

Saat menjadi Kapolda Gorontalo, 2012 silam, Budi Waseso yang masih berpangkat Brigjen Pol, membabat kasus-kasus korupsi yang terpendam lama di provinsi tersebut.

Korupsi GBLA

Tahun 2015, Budi Waseso melakukan aksi taktis dengan mengungkap Kasus Korupsi Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). Bareskrim Mabes Polri mampu mencium aroma korupsi pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) Kota Bandung yang menghabiskan mengabiskan dana sekitar Rp 550 Miliar.

Kasus Pelindo II

Budi Waseso pernah memerintahkan anak buahnya untuk menggeledah Kantor Pelindo II, atas penyelidikan kasus dugaan korupsi pengadaan mobile crane di perusahaan BUMN tersebut, pada 2015 silam.

Saking kencangnya penyelidikan Pelindo II, Buwas mendapat telepon dari Wapres RI, Jusuf Kalla soal penggeledahan kantor Pelindo II. Kasus dugaan korupsi di tubuh Pelindo II pada akhirnya membuat mantan Dirut Pelindo II, RJ Lino ditetapkan tersangka oleh KPK, pada 2017 silam.

Geledah Kantor Tomy Winata

Sebagai Kabareskrim, Buwas pernah juga dinilai kontroversial karena memerintahkan anak buahnya menggeledah dan menyita barang di kantor Maritim Timur Jaya, di Gedung Artha Graha, Kawasan Bisnis Sudirman, Jakarta Selatan, 2015 silam.

Padahal, banyak yang tahu, Artha Graha adalah kantor taipan Tomy Winata. Tommy merupakan pengusaha Taipan yang disebut dekat dengan petinggi-petinggi militer dan pemerintah. Bisnisnya menggurita di sektor properti, perdagangan, keuangan, dst.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Palopo

Pemkot Palopo Apresiasi Gelaran Semantik Uncok

Terkini.id, Palopo - Universitas Cokroaminoto (Uncok) Palopo Fakultas Teknik Komputer menggelar seminar nasional teknologi informasi dan komputer (Semantik) yang digelar di Aula Universitas Cokroaminoto Palopo