Serang Orang yang Tolak Permendikbud PPKS, Tsamara Amany: Ujungnya Balik Lagi ke Argumen Legalisasi Seks Bebas

Terkini.id, Jakarta – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Tsamara Amany menjelaskan bahwa orang-orang yang menolak frasa persetujuan korban dalam Permendikbud Nomer 30 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) tidak memiliki jawaban lain selain legalisasi seks bebas.

Dalam hal ini, Tsamara Amany mengatakan bahwa orang yang menolak frasa persetujuan korban, ketika ditanya frasa alternatif untuk mengukur kerugian korban akibat kekerasan seksual, mereka akan muter-muter.

Hal tersebut disampaikan Tsamara Amany melalui cuitan di akun Twitter pribadinya @TsamaraDKI pada Jumat, 12 November 2021.

Baca Juga: Habib Bahar Tak Dapat Penangguhan Penahanan, Guntur Romli: Alhamdulillah Kabar...

Lebih lanjut, Politisi PSI tersebut menegaskan bahwa pada dasarnya mereka yang menolak frasa persetujuan korban adalah mereka yang tidak menginginkan Permendikbud PPKS itu ada.

“Yang nolak frasa persetujuan korban kalau ditanya apa frasa alternatif untuk mengukur kerugian korban akibat kekerasan seksual, jawabannya muter-mute,” kata Tsamara, dikutip Terkini.id dari cuitan akun Twitter @TsamaraDKI pada Jumat, 12 November 2021.

Baca Juga: Tanggapi Politisi PSI soal Politik Identitas, Mustofa Nahra Singgung Orang...

“Ujungnya balik lagi ke argumen legalisasi seks bebas. Memang intinya mereka ini hanya nggak mau Permendikbud ini ada,” sambungnya.

Kemudian, Politisi PSI tersebut juga menjelaskan bawak ketika kita bicara isu kekerasan seksual, akan selalu ada pasukan yang sudah siap.

Lebih lanjut, Tsamara Amany mengatakan bahwa pasukan yang sudah siap tersebut bukan hanya untuk menyerang Permendikbud PPKS saja, tetapi untuk menyerang dirinya sebagai perempuan.

Baca Juga: Tanggapi Politisi PSI soal Politik Identitas, Mustofa Nahra Singgung Orang...

“Kalau kita bicara isu kekerasan seksual, selalu ada pasukan yang sudah siap. Bukan hanya untuk nyerang Permendikbudnya, tapi juga untuk nyerang diri kita sebagi perempuan,” ujar Tsamara Amany.

Hal tersebuat disampaikan Tsamara Amany dalam menanggapi pernyataan akun Twitter @bayidimsum yang mengatakan bahwa orang lain juga menyuarakan hal yang sama seperti Tsamara, tetapi Tsamara Amany lah yang selalu kena paling parah.

“I feel so so sorry for Tsamara, beberapa orang lain menyuarakan hal yang sama tapi Tsamara selalu kena paling parah, sehat2 mbak,” kata akun Twitter @bayidimsum pada Jumat, 12 November 2021.

Kemudian, Politisi PSI tersebut juga menegaskan bahwa kita harus selalu terus mendukung kampus merdeka kekerasan seksual.

“Maunya kita berhenti. Tapi harus gas terus, kita dukung kampus merdeka kekerasan seksual,” pungkas Tsamara Amany.

Bagikan