Sertifikat Vaksin Covid-19 Kamu Ada yang Salah, Ini Cara Mengubahnya!

Terkini.id, JakartaSertifikat vaksin Covid-19 kamu ada yang salah, ini cara mengubahnya! Sertifikat vaksin Covid-19 saat ini sangat penting bagi masyarakat lantaran hampir semua akses perjalanan dan transporasi membutuhkan bukti sudah divaksin. Bagi masyarakat yang sudah divaksin Covid-19, dapat mengunjungi laman PeduliLindungi untuk mengecek dan mengunduh sertifikat vaksin pertama dan kedua.

Saat ini, sertifikat vaksin Covid-19 menjadi syarat wajib yang harus dimiliki masyarakat untuk masuk mal dan menaiki sejumlah moda transportasi umum. Sehingga masyarakat perlu segera mengunduh sertifikat vaksin pertama dantek kedua melalui laman atau aplikasi PeduliLindungi.

Kendati demikian, ada sejumlah masalah saat masyarakat akan mengunduh sertifikat vaksin Covid-19. Misalnya, ada kesalahan data di sertifikat vaksin. Lantas, bagaimana cara memperbaiki atau mengubah data yang salah di sertifikat vaksin Covid-19?

Baca Juga: Gakkum KLHK Kembali Tahan Tersangka Pemilik Kayu dan Pemodal Pengangkutan...

Berikut cara mengubah data yang salah di sertifikat vaksin Covid-19. Seperti dilansir dari dari akun Instagram resmi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI, berikut cara mengubah atau memperbaiki data yang salah di sertifikat vaksin Covid-19:

Pertama, kirim email atau surat elektronik ke [email protected] dengan format email nama lengkap, NIK, KTP, tempat tanggal lahir, dan nomor handphone. Selanjutnya, lampirkan foto dan sertifikat vaksin Covid-19.

Baca Juga: Hadiri Maulid Nabi, Wali Kota Makassar Ingatkan Protokol Kesehatan

“Supaya bisa langsung diproses, user (pengguna) bisa langsung menyampaikan biodata lengkap, foto selfie dengan KTP dan menjelaskan keluhannya,” demikian bunyi unggahan akun Instagram @kemenkes_ri yang dikutip pada Kamis 12 Agustus 2021 lalu.

Itulah cara untuk mengubah atau memperbaiki data yang salah pada sertifikat vaksin Covid-19 yang bisa dicek melalui laman dan aplikasi PeduliLindungi.

Sekadar diketahui, PeduliLindungi adalah aplikasi pelacak Covid-19 yang resmi digunakan untuk pelacakan kontak digital di Indonesia.

Baca Juga: Hadiri Maulid Nabi, Wali Kota Makassar Ingatkan Protokol Kesehatan

Aplikasi ini sendiri dikembangkan Kementerian Komunikasi dan Informatika bekerja sama Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dan Kementerian BUMN.

Sebelumnya, aplikasi ini bernama TraceTogether, tetapi namanya diganti menjadi PeduliLindungi karena dinilai mirip seperti aplikasi pelacakan kontak dari Singapura.

Pada 23 Agustus 2021, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan mengumumkan, pemerintah mendorong agar aplikasi PeduliLindungi menjadi syarat wajib bagi pengguna transportasi publik seperti pesawat udara, kereta api, bus, kapal api serta penyeberangan.

Selain itu, aplikasi ini juga didorong penggunaannya sebagai syarat masuk ke pusat perbelanjaan, pabrik industri, dan venue olahraga terbuka.

Sebagai aplikasi pelacakan kontak digital, PeduliLindungi menggunakan fitur GPS ponsel untuk melacak keberadaan penggunanya. Ponsel setiap penggunanya akan saling bertukar identitas anonim apabila berada di jangkauan GPS yang sama dan menyimpan data tersebut selama 14 hari.

Pelacakan ini berguna untuk mengetahui apakah seseorang pernah berada dekat dengan kasus suspek, konfirmasi, dan kontak erat. Selain itu, pelacakan ini juga dapat memberitahu pengguna ketika berada di zona merah maupun hijau beserta data kasus Covid-19 di tempat tersebut.

PeduliLindungi juga menyediakan fitur layanan konsultasi dokter dari jarak jauh, atau dikenal sebagai teledokter. Fitur ini bekerja sama dengan beberapa pihak layanan kesehatan, seperti Halodoc, Telkomedika, Good Doctor, dan Prosehat.

Fitur tersebut dapat digunakan masyarakat yang mengalami gejala atau sedang isolasi mandiri.

Pendaftaran vaksinasi dan pengunduhan sertifikat vaksinasi juga dapat dilakukan melalui aplikasi ini. Sertifikat vaksinasi dapat diunduh satu-tiga hari setelah vaksinasi.

Kendati demikian, data vaksinasi mungkin tidak tercantum pada aplikasi hingga melebihi waktu tersebut sehingga masyarakat harus mengubungi surel PeduliLindungi.

Bagikan