Sesalkan Sikap Warga Tionghoa di TVM, Lieus Singgung Kadrun dan ‘Gakbener’: Ini Sudah Menyangkut Etika!

Terkini.id, Jakarta – Aktivis Tionghoa, Lieus Sungkharisma, baru-baru ini menyampaikan pernyataannya yang menyesalkan sikap sekelompok warga Tionghoa di Taman Villa Meruya.

Tak tanggung-tanggung, ia bahkan sampai menyinggung perihal sebutan ‘kadrun’, ‘gakbener’, dan lain sebagainya.

Sebagai informasi, unjuk rasa sejumlah orang terkait pembangunan Masjid At-Tabayyun di Taman Villa Meruya (TVM) ternyata berbuntut panjang.

Baca Juga: Wow, Habib Rizieq Shihab Didapuk Sebagai ‘Man of The Year...

Bukan hanya karena bunyi poster dan spanduk yang dibentangkan saat berlangsung peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut oleh Gubernur DKI Jakarta, tetapi juga karena adanya kata-kata bernada ejekan terhadap umat Islam yang beredar di grup WA warga TVM.

Atas sikap intoleran dan kata-kata bernada ejekan warga TVM itu, reaksi keras muncul dari tokoh Tionghoa, Lieus Sungkharisma.

Baca Juga: Ikut Gugat Presidential Threshold, Lieus Sungkharisma Sindir Hakim MK: Jangan...

“Sebagai orang Tionghoa, saya menyayangkan sikap warga Tionghoa di TVM,” ujarnya, dikutip terkini.id dari Rmol pada Selasa, 31 Agustus 2021.

“Sebab, ini bukan cuma soal bunyi spanduk dan poster-poster penolakan itu atau juga kata-kata bernada provokatif dan ejekan seperti kadrun, gakbener, dll yang beredar di grup WA warga TVM itu, tapi ini sudah menyangkut etika orang Tionghoa.”

Menurut Lieus, sejatinya orang Tionghoa itu sangat menjaga etika dalam kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga: Ikut Gugat Presidential Threshold, Lieus Sungkharisma Sindir Hakim MK: Jangan...

“Tidak pernah ada sejarahnya orang Tionghoa di Indonesia yang menolak pembangunan rumah ibadah umat agama lain.”

Oleh karena itu, Lieus sangat menyesalkan dan tidak bisa mengerti kenapa ada sekelompok warga Tionghoa di TVM yang berunjuk rasa dan menolak pembangunan masjid di tempat itu.

“Meski warga Tionghoa di TVM mayoritas, tidak berarti warga Muslim yang minoritas tak boleh membangun rumah ibadahnya di situ,” tuturnya.

“Apalagi mereka sudah mengantongi ijin dari FKUB dan dari Pemprop DKI. Saya khawatir sikap warga Tionghoa itu ada yang mensponsorinya,” tandas Lieus Sungkharisma.

Bagikan