Setahun, Polda hanya tuntaskan empat kasus korupsi

Terkini.id, Makassar – Target penyelesaian kasus korupsi selama 2017 Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Polda) Sulsel hanya tuntaskan empat kasus korupsi dengan 14 tersangka di akhir tahun.

Dari empat kasus itu, dua diantaranya kasus peninggalan 2016 dan lainnya laporan baru.

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel Kombes Pol Dicky Sondani, mengatakan target penyelesaian perkara 2017 ini untuk Polda dan jajaran 55 laporan.

Namun sudah 51 laporan yang masuk disidik dengan 47 tersangka.

“Secara umum pengusutan kasus di Polda Sulsel dan jajaran mencapai 51 kasus. Dari angka kasus itu, 43 kasus rampung atau P21 dengan menjerat ¬†sebanyak 47 koruptor,” terang Dicky.

Sementara Direktur Reskrimsus Kombes Pol Yudhiawan Wibisono  mengaku, pihaknya sudah menyelasaikan empat kasus dan melimpahkan 14 tersangkanya ke kejaksaan.

Dari angka itu, kata dia, sebanyak empat perkara sudah P21 yang terdiri dari sepuluh berkas perkara.

“Subdit III Tipikor Polda Sulsel, selama 2017 sudah menyidik sepuluh laporan polisi, dari target sembilan kasus itu,” jelas Yudhiawan.

Baca :Kejari Maros bagi kaos dan stiker peringati anti korupsi

Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel AKBP Leonardo Panji Wahyudi mengatakan, hasil pengungkapan kasus korupsi selama 2017 ini.

Ia menyebutkan kasus yang dimaksud perkara korupsi yang diusut 2016 lab Terpadu Fakutas Teknik UNM dengan empat tersangka, dan operasi tangkap tangan Jembatan Timbang Maccopa dengan lima tersangka.

Sedangkan untuk perkara yang mulai diusut tahun 2017 yakni pungli BPN Gowa dengan dua tersangka dan korupsi pembangunan RS Pratama kabupaten Enrekang dengan tiga tersangka.

Selanjutnya, Subdit Tipikor Polda Sulsel hingga penghujung 2017 masih meninggalkan delapan laporan polisi baru.

Diantaranya perkara pembangunan ruang kelas dan asrama MAN IC Kementerian Agama, pengadaan SPAM di Ditjen Cipta Karya, korupsi komersialisasi gedung PWI, dan korupsi Bimtek DPRD Kabupaten Endrekang.

Bukan hanya kasus 2017, Polda Sulsel masih meninggalkan sejumlah kasus lama, seperti dugaan tipikor pengadaan lahan Bandara Mengkendek Kabupaten Tana Toraja yang mulai disidik sejak 2013 lalu.