Langkah ini diambil karena mendukung penuh rumah sakit yang menangani Covid-19 di kota Makassar.
“Jadi kami akan konsultasikan dengan teman-teman Dokter dan para ahli kesehatan yang jelas adalah kita ingin mendukung rumah sakit. Rumah sakit jangan penuh karena orang bergejela ringan saja padahal orang bergejala berat dan sedang tidak terlayani karena dipenuhi dengan bergejala ringan apalagi OTG. Ini kita akan pisahkan. Jadi, ringan dan OTG jangan di rumah sakit tinggal di sini saja sedangkan yang gejala berat biar di rumah sakit,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Otoritas Pelabuhan, Bambang menyampaikan, pengawasan kapal isolasi apung ini sangat ketat dan tetap terkoordinasi dengan Dinas Kesehatan kota Makassar.
“Di kapal ini kapasitasnya 900 tempat tidur Itu sudah dikonsepkan jaga jarak. Jadi, seluruh pihak berkordinasi untuk pengawasan yang ketat,” bebernya.
Kapal penumpang ini merupakan kapal penumpang milik PT Pelni yang dihentikan sementara pengoperasiannya akibat pandemi Covid-19.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
