Siap-siap, panas terik akan terasa selama bulan Ramadhan

cuaca bulan Ramadhan
Siapkan diri Anda, panas terik akan terasa selama bulan Ramadhan. (foto.beritahati.com)

Terkini.id – Tinggal beberapa hari lagi, bulan ramadhan akan tiba, yaitu pada pertengahan Mei 2018. Di balik sukacita ini, ada faktor yang dapat menghambat kelancaran berlangsungnya ibadah puasa, yaitu panas terik.

Selama bulan ramadhan, cuaca di Indonesia akan mengalami peningkatan suhu sehingga umat muslim di bulan suci ini sebaiknya mempersiapkan diri lebih ekstra.

Dilansir dari LineToday dan Liputan6, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) sejak bulan Maret lalu sudah memprediksikan suhu udara selama bulan ramadhan berada pada kisaran 32 hingga 34 derajat Celsius.

“Yang perlu diperhatikan, seluruh daerah berbeda-beda, tapi secara umum berada pada kisaran 32 hingga 34 derajat Celsius,” ujar Hary Tirto Djatmiko, Kepala Bagian Humas BMKG.

Masyarakat juga diimbau untuk selalu memperhatikan kondisi masing-masing agar tidak dehidrasi selama bulan puasa, terutama karena panas terik yang dapat menurunkan cairan tubuh secara signifikan dan dapat mengakibatkan gangguan kesehatan.

Menarik untuk Anda:

“Hindari kegiatan yang bisa menyebabkan dehidrasi selama bulan puasa. Karena bisa mengganggu kesehatan,” jelas Dwikorita Karnawati, Kepala BMKG.

cuaca bulan Ramadhan
Musim kemarau. (foto/cnnindonesia.com)

Dwikorita juga menjelaskan bahwa musim kemarau akan mulai pada pertengahan April 2018 dan puncaknya diprediksi berada pada bulan Agustus dan September 2018.

Daerah yang akan terlebih dahulu memasuki musim kemarau adalah daerah sekitar Nusa Tenggara Barat dan Bali. Kekeringan bisa saja terjadi pada puncak kemarau, namun Dwikorita memastikan kekeringan tahun ini tidak akan sedahsyat tahun 2017.

Walaupun banyak orang yang merasa bahwa suhu ini sudah termasuk panas terik, Hary membantah hal tersebut dan berkata bahwa ini termasuk panas yang masih berada dalam batas wajar.

Ia juga menjelaskan bahwa suhu terik yang dirasakan masyarakat mungkin karena transisi dari musim hujan ke panas yang perubahannya dapat dikatakan lumayan cepat. Akibat perubahan yang cepat ini, tubuh masih kurang bisa beradaptasi.

“Dari musim penghujan tiba-tiba panas. Enggak ada awannya sama sekali, tubuh kaget menyesuaikan,” kata Hary menambahkan penjelasannya.

Ingatlah, jangan sampai melakukan aktivitas yang terlalu menguras tenaga dan dapat membuat anda dehidrasi. Bagaimana cara unik anda menghindari dehidrasi di bulan ramadhan ini? Bagikan pada kolom komentar di bawah ini.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Beredar Foto Belasan Pemuda NU Disebut Salat Berjamaah di Gereja, Ini Faktanya

Wisudawati Andi Musdalifah yang Meninggal dan Digantikan Ayahnya Ingin Jadi Dosen UIN Alauddin

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar