Sidang HRS Tak Tayang Live di Media Nasional, Pengacara: Bisa Batal Demi Hukum

Terkini.id, Jakarta – Kuasa hukum Habib Rizieq Shihab (HRS), Sugito Atmo Prawiro memprotes soal sidang kliennya yang tidak dapat ditayangkan secara live di media nasional.

Seperti diketahui, sidang HRS dengan agenda pemeriksaan saksi digelar hari ini, Senin, 12 April 2021.

Dilansir dari Kompas, sidang tersebut tidak disiarkan oleh PN Jakarta Timur dan jurnalis pun tidak dapat memasuki ruang sidang.

Baca Juga: Pengacara HRS Heran Covid Naik Jelang Vonis Ulama, Ade Armando:...

“Bahwa kami selaku tim penasihat terdakwa atas nama Habib Rizieq Shihab dan kawan-kawan menyatakan keberatan ke majelis hakim pemeriksa perkara karena sidang pemeriksaan perkara atas nama Habib Rizieq Shihab dan kawan-kawan tidak dapat ditayangkan secara live oleh media nasional,” kata Sugito, dilansir dari Kompas.

Sugito berargumen bahwa sidang seharusnya terbuka untuk umum, kecuali untuk perkara kesusilaan atau perkara dengan terdakwa anak-anak.

Seperti diketahui, HRS sendiri dijerat soal perkara kerumunan, yakni kerumunan Petamburan, Jakarta Pusat; kerumunan Megamendung, Kabupaten Bogor; dan swab test di RS Ummi Bogor.

“Untuk keperluan pemeriksaan, hakim ketua sidang membuka sidang dan menyatakan terbuka untuk umum kecuali dalam perkara mengenai kesusilaan atau terdakwanya anak-anak,” ujar Sugito, dilansir dari Sindo News.

Sugito juga mengatakan bahwa putusan pengadilan hanya sah dan mempunyai kekuatan hukum apabila diucapkan dalam sidang terbuka untuk umum.

“Tidak dipenuhinya ketentuan sebagaimana dimaksud mengakibatkan putusan batal demi hukum,” tegasnya.

Menurut Sugito, dalam fakta persidangan di PN Jakarta Timur, yang dapat menghadiri persidangan bukanlah masyarakat umum sebagaimana didefinisikan dalam KUHAP, melainkan sebagian besar patut diduga adalah anggota dari aparat penegak hukum.

Sedangkan, katanya, masyarakat tidak diberi akses untuk mengikuti jalannya persidangan.

Oleh sebab itu, Sugito mengatakan bahwa media nasional seharusnya diperbolehkan untuk meliput secara live untuk memenuhi rasa keadilan masyarakat.

“Tidak ditayangkan proses peradilan secara live di media nasional akan menimbulkan pertanyaan besar bagi masyarakat Indonesia, ada apa dengan proses peradilan Habib Rizieq dkk?” ujar Sugito.

Bagikan