Sidang Pelanggaran Pilkada, TP sayangkan ketidakhadiran pelapor

Sidang Pilkada

Terkini.id, Makassar – Sidang Dugaan Pelanggaran Pilkada yang di Laporkan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare nomor urut 2, Kepada Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Parepare nomor urut 1, berlangsung di Badan pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu Sulsel), setelah Paslon FAS – AS melaporkan kejadian iniĀ  ke Bawaslu Sulsel, Padahal tahapan hukum sebelumnya yang dilakukan di Panwaslu Parepare belum selesai tahapan proses penyidikannya.

Sekedar diketahui, Kejadian pada tanggal 6 April 2018 yang diduga terjadi Money Politik, mampu terbantahkan oleh Panwaslu Parepare setelah pihaknya mengeluarkan surat rekomendasi penyidikan kasus tersebut ke Polres Parepare sejak 10 April 2018.

Ironinya setelah kasus ini masih berproses di Polres Parepare, Paslon FAS kembali melaporkan kejadian ini ke Bawaslu, hingga kemudian tahapan kasusnya mulai di disidangkan pada, Senin 16 April 2018 hari ini, dengan agenda pembacaan tuntutan Pelapor terhadap terlapor.

Sesuatu hal yang disayangkan Pasangan Calon Nomor urut 1, Taufan Pawe, saat mengikuti Sidang Dugaan Pelanggaran Pilkada tersebut. Pasalnya Pelapor dalam hal ini Pasangan Calon nomor urut 2, hanya memberikan mandatnya kepada Tim Kuasa Hukumnya untuk mewakili dirinya dalam sidang tersebut.

Baca :LSI: Taufan Pawe belum tancap gas, tetapi sudah unggul jauh

“Walaupun memang sudah di tuangkan dalam udang-undang hak memberikan keterangan bisa dilimpahkan sepenuhnya kepada tim kuasa hukum. Namun mestinya dia menghargai laporan yang di layangkan dengan cara hadir dalam Sidang ini,”pungkas Taufan Pawe.

Mantan pengacara ternama ini, mengharapkam hadirnya sosok pelapor dalam kasus ini, dan bisa melihat langsung bagaimana sosok pelapor, dan tentunya mendengarkan pandangannya langsung dalam menilai kasus ini.

“saya sangat berharap pelapor bisa hadir dalam kesempatan ini agar saya bisa tau bagaimana sosok beliau, kita mau tau keberanian sebagai Pelapor untuk hadir di tempat ini,”harapnya.

Diapun menuturkan, kalau pihaknya sangat dirugikan dengan adanya pelapor yang dinilainya syarat dengan sejumlah unsur, sehingga perlu mendapatkan kejelasan dari Majelis pemeriksa dan Ketua Majelis, dalam penanganan kasus ini agar lebih mendeteksi dengan baik alat bukti dan tuntutan pelapor.

“Apalagi kan kasus ini sebelumnya masih berproses di Polres Parepare, namun herannya dilapor lagi di Bawaslu padahal prosesnya belum selesai, jadi saya berharap ini bisa dicermati karena secara tidak langsung menyita hak Pilkada saya dalam melakukan kampanye,”terangnya.

PenulisArsyad