Sigap Tanggulangi Tumpahan Minyak di Pesisir Pantai Makassar, Pertamina Lakukan Upaya Terbaik

Tulisan ini adalah kiriman dari Citizen, isi tulisan sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis.
Laporkan tulisan

Terkini.id, Makassar – PT Pertamina (Persero) melalui Marketing Operation Region (MOR) VII bergerak cepat dalam upaya menanggulangi tumpahan minyak yang terjadi di pesisir Pantai Makassar sekitaran Popsa. Tim gabungan yang terdiri dari fungsi Health Safety Security Environment (HSSE), Marine VII dan Supply & Distribution VII sigap mencegah penyebaran minyak lebih luas lagi. Jumat, 22 Mei 2020.

Dilaporkan bahwa kejadian terjadi saat start bunker produk Low Sulfur Fuel Oil (LSFO) ke Liquid Petroleum Gas Carrier (LPGC) Arimbi di dermaga 2 Integrated Terminal (IT) Makassar, Rabu, 20 Mei 2020.

Dugaan awal, terjadinya kebocoran bahan bakar yang biasa digunakan untuk mesin kapal ini berasal dari flange to flange jalur pipa bunker yang secara lokasi tidak terlihat oleh kasat mata lantaran posisinya tertutup plat sehingga bocoran minyak melebar ke arah bibir pantai.

Saat diketahui terjadinya kebocoran, operasi langsung dihentikan dan dilakukan penanganan tumpahan. Tim penanggulangan tumpahan Integrated Terminal Makassar segera melakukan perbaikan dan pemasangan oil boom di area tumpahan untuk mengurung minyak agar tidak menyebar luas. Meski sudah terpasang oil boom tetapi masih ada yang lolos. Minyak yang lolos itu kemudian segera ditanggulangi dengan menggunakan Absorbent Pad dan Dispersant.

Unit Manager Communication dan CSR MOR VII, Hatim Ilwan menjelaskan, penanggulangan kebocoran minyak ini telah ditanggulangi sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku di Pertamina. “Kami telah melakukan upaya terbaik agar tumpahan minyak tidak meluas dan dampak yang ditimbulkan bisa seminim mungkin,” jelasnya.

Baca juga:

Sampai dengan Jumat, 22 Mei 2020 lanjut Hatim, area tumpahan minyak sudah tidak terlihat lagi dan hanya menyisakan sedikit film minyak di daerah dermaga. “Minyak yang tumpah diperkirakan sebanyak 11 liter berjenis LSFO. Faktor arus laut yang agak tinggi serta karakter minyak dengan kekentalan (viskositas) tinggi, memang sempat membuat penyebaran menjadi lebih luas,” lanjutnya.

Meski sebagian besar tumpahan minyak sudah tidak nampak, Hatim menambahkan bahwa hingga saat ini pihaknya masih terus berupaya mencari dan membersihkan sisa-sisa tumpahan minyak yang masih ada. “Koordinasi yang baik terhadap pihak-pihak yang berkepentingan juga terus dibangun sebagai bagian dari upaya penanggulangan tumpahan minyak ini,” pungkasnya. (**).

Komentar

Rekomendasi

Spesialis Cover Lagu, Channel YT ini Cocok Untuk Kamu yang Lagi Nyantai

Wujudkan RPH Sesuai Standarisasi dan Terintegrasi

Polres Gowa, Juara Pertama Bhabinkamtibmas Teladan Tingkat Polda Sulsel

Ops Ketupat Lipu 2020, Fokus Pada Pengendara Tidak Makai Masker

Kini, Dapur Umum  TNI/Polri Kabupaten Gowa Kembali Aktif

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar