Sikapi Kasus Tewasnya Pekerja Waterboom Maros, KPMP: Pihak Mal Harus Tanggung Jawab

Maros
Seorang pekerja Waterboom di Grand Mall Maros tewas. (Foto: Istimewa)

Terkini.id, Maros – Kasus tewasnya seorang pekerja proyek Waterboom, di Grand Mall Batangase, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, pada Jumat, 23 Agustus 2019, sempat menyita perhatian masyarakat.

Korban diketahui bernama Syamsul (18), warga Dusun Parangbo’dong, Desa Bulusuka, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto.

Syamsul tertimbun longsor, saat memasang tali pengukur pondasi proyek waterboom sedalam 3,5 meter. Namun saat berada di dasar galian, tanah yang ada di permukaan tiba-tiba longsor dan menimbun korban.

Seorang rekan korban Mamang Dg Tata (31) sendiri berhasil selamat, karena hanya sebagian badannya yang tertimbun longsor.

Menyikapi peristiwa tersebut, Ketua Komando Pejuang Merah Putih (KPMP) bidang organisasi Afdharul Rijal mengatakan bahwa dari beberapa rentetan kejadian merupakan kelalaian perusahaan, hal ini harus diusut tuntas oleh pihak kepolisian.

Meski demikian, menurut Afdharul, resiko kecelakaan kerja memang bisa terjadi kapan saja. Untuk itu, kesadaran perusahaan mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja menjadi sangat diperlukan.

“Undang-Undang No. 1/1970 dan No. 23/1992 mengatur mengenai Keselamatan dan Kesehatan Kerja,” ujarnya kepada Media, Minggu, 25 Agustus 2019.

Undang-undang ini, kata dia, memuat ancaman pidana kurungan paling lama 1 tahun atau pidana denda paling banyak Rp 15.000.000, bagi yang tidak menjalankan ketentuan undang-undang tersebut.

“Siapa sih yang mau celaka? Tentunya tidak ada seorang pun yang mau celaka. Tetapi resiko kecelakaan bisa terjadi kapan saja dan dimana saja termasuk di linkungan tempat kerja. Nah, Keselamatan dan Kesehatan Kerja yang sering disingkat K3 adalah salah satu peraturan pemerintah yang menjamin keselamatan dan kesehatan kita dalam bekerja,” ujar Afdharul.

“Pihak perusahaan dan Grand Mall yang memperkerjakan Syamsul harus bertanggung jawab, selain tanggung jawab karena kelalaian juga termasuk masalah gaji, dan santunan karena meninggal Dunia,” tegasnya.

Afdharul menegaskan, pihak Polres Maros harus mengusut tuntas kecelakaan kerja yang mengakibatkan Syamsul meninggal.

“Kami pastikan pihak perusahaan melanggar undang udang ketenaga kerjaan dan keselamatan kerja, termasuk di dalamnya jaminan atas kecelakaan,” terangnya.

Komentar
Terkini
Maros

Anggaran Pilkada Maros 2019 Rp31,1 Miliar

Terkini.id -- Perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Maros bakal menelan anggaran sebesar Rp31,1 miliar.Hal itu berdasarkan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) yang