Sikapi Perda KTR, FKM Unhas dirikan lembaga Hasanuddin Contact

Project Manager Hasanuddin Contact, Dr. Ir. H. Ahmad Wadi

Terkini.id, Makassar – Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin (FKM Unhas) mendirikan Lembaga Center for Tobacco Control and NCD Prevention (Hasanuddin Contact) guna menyikapi pelaksanaan Peraturan Daerah (Perda) No 4 Tahun 2013 tentang Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

Hal tersebut diungkapkan Dr Ir H Ahmad Wadi selaku Project Manager Hasanuddin Contact saat ditemui oleh terkini.id di lokasi berlangsungnya kegiatan, Auditorium Prof Mattulada Unhas, Jalan Perintis Kemerdekaan, Makassar.

“Yang mendasari lahirnya project Hasanuddin Contact ini karena rasa keprihatinan kami terhadap Perda KTR tahun 2013 yang belum terimplementasi dengan efektif. Masih banyak kita temui puntung rokok di kawasan pendidikan seperti sekolah maupun kampus di Kota Makassar,” ungkapnya.

Maka dari itu, Lembaga Hasanuddin Tobacco hadir untuk mendorong dan membantu pemerintah Kota Makassar guna mengefektifkan implementasi Perda KTR tahun 2013 ini.

Lembaga yang didirikan oleh Direktur Utama Rumah Sakit Pendidikan Unhas, Andi Fachruddin Benyamin ini juga turut prihatin dengan pengaruh rokok di lingkungan generasi muda saat ini.

“Rokok dapat mempengaruhi kuat tidaknya kondisi generasi muda yang akan datang. Sudah banyak penelitian yang mengungkapkan hal itu,” jelas Ahmad Wadi.

Suasana jalannya kegiatan Launching Hasanuddin Contact yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional

Hasanuddin Tobacco juga sudah melakukan audiensi dengan Wali Kota Makassar, Gubernur Sulsel dan DPRD Provinsi, dan semuanya mengapresiasi kehadiran lembaga yang berada di bawah naungan FKM Unhas ini.

“Kami mengharapkan dukungan dari seluruh masyarakat, khususnya generasi muda karena ini menyangkut masalah kesehatan. Kesehatan itu adalah modal yang sangat berharga, jika kita tidak sehat maka kita tidak akan bisa berbuat apa-apa,” kata Ahmad Wadi. Sabtu, 17 Februari 2018.

Kegiatan launching Hasanuddin Tobacco turut dirangkaikan dengan Seminar Nasional tentang Bahaya dan Kerugian Merokok yang menghadirkan narasumber Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, Rektor UIM, Dr Ir Majdah M Zain dan Bupati Kabupaten Kulon Progo, Hasto Wardoyo.

Seminar Nasional menghadirkan Wali Kota Makassar, Danny Pomanto, Rektor UIM, Dr Ir Majdah M Zain dan Bupati Kabupaten Kulon Progo, Hasto Wardoyo sebagai narasumber

Untuk diketahui, Perda Kawasan Tanpa Rokok juga sudah diberlakukan oleh Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta. Implementasi Perda ini di kabupaten tersebut berjalan dengan sangat baik.

“Kehadiran saya sebagai narasumber di acara ini juga sebenarnya ingin mendorong pak Wali Kota Makassar agar Perda KTR ini dapat terimplementasi dengan baik di Kota Makassar,” ujar Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo.

Beberapa aturan yang telah diterapkan oleh Kabupaten Kulon Progo terkait implementasi Perda KTR diantaranya melepas segala atribut baliho perusahaan rokok, dan setiap event di Kulon Progo tidak disponsori oleh perusahaan rokok.

“Sejak tahun 2015, kami tidak menerima pendapatan daerah dari iklan rokok, dan begitupun dengan kegiatan-kegiatan sosial entah itu olahraga dan lain-lain kami tidak menerima sponsor rokok,” tegas Hasto Wardoyo.

Bupati Kulon Progo, Hasto Wardoyo

Dengan ketegasan dari Pemkab Kulon Progo tersebut, Hasto mengatakan tingkat konsumsi rokok di daerah yang dipimpinnya dapat menurun dengan signifikan, khususnya di kawasan sekolah, Puskesmas dan Rumah Sakit.

“Hanya saja di tempat-tempat umum yang sulit kami jangkau, seperti di rumah masyarakat kami akui masih ada yang mengkonsumsi rokok. Tapi kerja kami sampai saat ini sudah lumayan, sebab yang namanya melaksanakan Perda ini memang tidak bisa langsung 100%,” tutup Hasto Wardoyo.

Berita Terkait
Komentar
Terkini