Siklon Tropis yang Melanda NTT Bukti Nyata Global Warming, Baru Pertama Kali Terjadi

Terkini.id, Makassar – Kepala Badan Penanggulangan Bancana (BNPB), Doni Monardo mengungkapkan, badai siklon tropis Seroja yang membuat NTT mengalami bencana banjir yang dahsyat adalah bukti nyata pemanasan global.

Hal itu disampaikan Doni Monardo dalam konferensi pers lewat zoom kepada wartawan, Senin 6 April 2021 tadi malam.

“Sejak awal April lalu, BMKG sudah merilis cuaca ekstrem yang akan terjadi di NTT, badai luar biasa besar sekali yang baru pertama kali terjadi,” ungkap Doni.

Baca Juga: Abraham Liyanto: Jangan Paksa Bangun Wisata Halal di NTT!

Dalam konferensi pers tersebut, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan munculnya siklon tropis seroja yang mengakibatkan bencana banjir bandang dan longsor di Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadi bukti bahwa perubahan iklim global itu nyata adanya.

“Perubahan iklim global itu memang nyata, ditandai semakin meningkatnya suhu baik di udara maupun di muka air laut,” ujar Dwikorita.

Baca Juga: PPKM Level 4 Berakhir Besok 9 Agustus 2021, Jokowi: NTT...

Menurut dia, fenomena ini jarang terjadi di wilayah tropis seperti Indonesia. Namun, sejak sepuluh tahun terakhir, kejadian siklon tropis makin sering terjadi. Bahkan pada 2017, dalam satu pekan bisa terjadi dua kali siklon tropis.

“Hal ini menunjukkan memang dampak perubahan iklim global harus benar-benar segera kita antisipasi,” ungkap dia lagi.

Terkait siklon tropis seroja di NTT, BMKG sudah mengeluarkan peringatan dini waspada bibit siklon pada 2 April. 

Baca Juga: PPKM Level 4 Berakhir Besok 9 Agustus 2021, Jokowi: NTT...

“Beberapa faktor yang mengakibatkan terbentuknya bibit siklon seroja itu suhu muka laut yang semakin hangat di wilayah Samudera Hindia mencapai lebih dari 26,5 hingga 29 derajat celcius atau melebihi rata-rata.

“Ada kenaikan dua derajat celcius itu sudah sangat signifikan untuk kondisi cuaca,” kata dia.

Kemudian suhu udara di lapisan atmosfer menengah pada 500 milibar juga semakin hangat lebih dari tujuh derajat celcius. Dua hal tersebut meningkatkan kelembapan udara dan juga mengakibatkan naiknya tekanan udara.

“Akibatnya terjadi aliran angin karena sifatnya siklonik, artinya ada pusat kemudian di kelilingi oleh suhu udara yang lebih dingin maka terjadilah aliran masa udara atau angin yang sifatnya siklonik,” kata dia.

Siklon tropis sendiri memberikan dampak berupa potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai kilat/petir serta angin kencang. Selain itu memberikan dampak pula pada gelombang laut yang tinggi.

Dwikorita menjelaskan siklon tropis diprediksi masih akan terjadi hingga Selasa (6/4), namun kekuatannya mulai melemah dan semakin menjauh dari wilayah Indonesia.

Bagikan