Sindir Pihak yang Persoalkan Santri Tutup Telinga saat Dengar Musik, Christ Wamea: Pasti Komunis Gaya Baru

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Christ Wamea menyindir orang-orang yang mempersoalkan para santri yang menutup telinga saat mendengar musik.

Christ menilai bahwa hanya komunis gaya baru yang nempersoalkan para santri penghafal Alquran tutup kuping saat ada musik.

“Yang persoalkan santri penghafal Al-Qu’ran tutup kuping seperti ini sudah pasti Komunis Gaya Baru,” katanya melalui akun Twitter PutraWadapi pada Rabu, 15 September 2021.

Baca Juga: Christ Wamea: Hanya di Rezim Ini Kita Temukan Ada Adu...

Sebelumnya, viral video santri yang tidak mau mendengar musik yang disetel di sebuah tempat vaksin.

“Masya Allah, santri kami sedang antre vaksin. Qodratullah, di tempat vaksin ini diputar musik. Anda lihat jika santri-santri kami tengah menutup telingannya, agar tidak mendengarkan musik ini,” kata laki-laki yang mem-video-kan para santri.

Baca Juga: Sentil Yaqut, Christ Wamea: Jangan Terus Sebarkan Propaganda yang Merusak...

Video tersebut ini lantas ramai dikomentari netizen dan berbagai pihak yang saling berdebat soal sikap para santri tersebut.

Di satu sisi, ada yang menganggap sikap para santri berlebihan dan bahkan menjadikan video tersebut sebagai bahan candaan bahwa para santri takut godaan setan.

Salah satu yang melontarkan sindiran kepada para santri adalah pegiat media sosial, Denny Siregar. 

Baca Juga: Sentil Yaqut, Christ Wamea: Jangan Terus Sebarkan Propaganda yang Merusak...

Ia mengunggah video tersebut di akun Instagram-nya pada Senin, 13 September 2021 dan menuliskan, “Kalo gua petugasnya, langsung gua setelin mereka Metaliica. Exit light.. enter night…”

Pegiat media sosial lain, Eko Kuntadhi juga mengunggah video di Twitter dengan menuliskan, “Mas Addie MS pasti menitikan air mata menyaksikan video ini. Kasian anak-anak kita.”

Di sisi lain, ada pula yang membela bahwa sikap para santri itu harusnya tak dikritik sebab itu adalah bentuk kepercayaan mereka.

Wakil Sekjen MUI, M Ziyad yang juga pengajar Tahfiz Alquran atau penghafal Alquran juga berkomentar.

Menurutnya, para santri dijaga hafalan Alqurannya, termasuk jangan sampai mendengarkan hal-hal yang dapat mengganggu konsentrasi hafalan tersebut.

“Itu salah satunya itu adalah musik. Suara-suara, nggak hanya musik saja gitu,” jelas Ziyad, dilansir dati Detik News.

Bagikan