Sindir Sandiaga, Jokowi: Orang Kaya ke Pasar Tak Beli Apa-apa Terus Bilang Mahal

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di triwulan III itu cukup menggembirakan di tengah adanya tekanan eksternal
Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa pertumbuhan ekonomi di triwulan III itu cukup menggembirakan di tengah adanya tekanan eksternal

Terkini.id, Makassar – Presiden Jokowi menegaskan harga komoditas pangan di negeri ini stabil.

Dia sedikit menyindir kubu sebelah yang sering mempermasalahkan harga naik tinggi, tetapi tidak signifikan.

Jokowi kemudian mencontohkan murahnya harga komoditas di Pasar Gintung di Jalan Pisang, Tanjung Karang Pusat, Bandar Lampung.

Jokowi menyebut, harga tempe di pasar tersebut hanya Rp3.500.

“Itu dimakan 3 hari saja enggak habis karena kalau dipotong-potong bisa jadi 15. Hanya Rp 3.500, kalau di Bogor Rp 4.000,” terang Jokowi seperti dilansir merdekacom.

Selain tempe, harga bayam dan kangkung lebih murah dibanding di pasar Bogor. Di Bogor harga kangkung dan bayam Rp 2.000 per ikat, sedangkan di Lampung hanya Rp 1.500.

“Coba kalau Rp 100.000 dibelikan sayur semuanya, enggak akan habis. Murah sekali. Jangan dibalik-balik,”tambah Jokowi lag.

Jokowi lantas meminta pihak-pihak tertentu tidak ‘menggoreng’ isu harga komoditas pangan. Apalagi, jika pihak yang menggoreng tersebut tidak mengetahui betul kondisi pasar di Tanah Air.

“Harga ini jangan ada yang ‘menggoreng’, masuk ke pasar, enggak beli apa-apa, pas keluar ngomong ‘harga mahal, harga mahal, harga mahal’,” ucapnya.

“Orang enggak pernah ke pasar, nongol-nongol ke pasar, keluarnya ngomong mahal. Enggak pernah ke pasar. Enggak mungkin orang super kaya datang tahu-tahu datang ke pasar, enggak mungkin lah. Datang ke pasar, enggak beli apa-apa, pas keluar bilang ‘mahal, mahal, mahal’ Haduuh,” sambungnya.

Jokowi pun mengingatkan, menggoreng isu mahalnya harga komoditas pangan justru menakuti masyarakat.

Itu lebih khusus ke pedagang dan ibu-ibu yang sering ke pasar. Jika ibu-ibu terus ditakuti dengan melonjaknya harga komoditas maka mereka tidak mau lagi berkunjung ke pasar.

“Kalau dibilang mahal, ibu-ibu enggak mau datang ke pasar. Datangnya ke supermarket. Harusnya kita ngomong pasar tradisional itu murah, murah, murah. Untuk promosi pedagang kecil. Bukannya ngomong mahal, mahal, mahal,” kata Jokowi.

Berita Terkait
Direkomendasikan
Komentar
Terkini