Sisa 25 ribu warga Bulukumba belum rekam e-KTP

Kepala Disdukcapil Bulukumba, Mulyati Nur

Terkini.id, Bulukumba – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Bulukumba, sudah melakukan perekaman e-KTP kepada sekitar 45 ribu warga wajib KTP.

Selama delapan bulan, berbagai cara dilakukan pihak Disdukcapil untuk merampungkan data e-KTP.

Bukan hanya melalui sosialisasi terkait pentingnya memiliki identitas dan administrasi kependudukan, Disdukcapil Bulukumba juga melakukan berbagai program sebagai upaya mendekatkan kepengurusan dengan masyarakat.

Kepala Disdukcapil, Mulyati Nur, mengatakan, Inovasi yang dilakukan di tahun 2017 yakni program kemitraan. Ada tujuh organisasi pemerintah dan non-pemerintah yang digandeng, antara lain: TP PKK, Lakpesdam NU, Dai Muda, PMI, Himpaudi, BKPRMI, Dinas Kesehatan (puskesmas) dan PPDI.

Kerja sama yang terjalin ini, menargetkan 75 ribuan wajib KTP untuk perekaman. Hingga Desember 2017, dari target tersebut, Mulyati merilis capaian sudah di angka 45 ribuan. Dengan perhitungan waktu delapan bulan, angka tersebut adalah prestasi. Dari jumlah wajib KTP Bulukumba yang mencapai 325.870, total yang sudah perekaman mencapai 300.230. Kini, tugas Disdukcapil adalah mengejar 25 ribuan wajib KTP untuk perekaman.

Baca juga:

“Tahun ini, kita punya GERTAK 18 (Gerakan Tuntas Administrasi Kependudukan 2018). Kita ini dapat diselesaikan dengan program kemitraan,” katanya.

Bukan hanya soal perekaman e-KTP saja. Perekaman bahkan hingga pada akta kematian. Kerja sama dengan organisasi memiliki tujuan masing-masing yang saling menguntungkan.

Seperti TP PKK untuk pencapaian akta kelahiran melalui program Dasa Wisma, Lakpesdam NU untuk tujuh desa terpencil seperti di wilayah Kajang dan Kindang, dan Dai Muda pencapaian akta kematian melalui malam takziah.

Sedangkan, PMI untuk penjemputan masyarakat rentan administrasi karena cacat, buta, lumpuh dan lainnya. Himpaudi untuk pencapaian akta kelahiran bagi anak pra-sekolah, BKPRMI sasarannya akta dan KTP bagi siswa madrasah, Dinas Kesehatan atau puskesmas untuk akta kelahiran, dan PPDI untuk penelusuran warga disabilitas.

“Inovasi ini tidak ada anggaran. Kami tahu kalau masing-masing yang kita gandeng juga butuh untuk administrasi kependudukan,” katanya.

Sebelum adanya program inovasi, target 75 ribu perekaman bagi Mulyati tidak realistis, meskipun ada kegiatan khusus untuk sosialisasi pentingnya identitas sebagai warga negara. Banyak kendala yang membuat masyarakat belum ingin mengurus identitas kependudukan. Pada umumnya mereka hanya mengurus disaat terdesak.

“Tidak mungkin capai target, makanya dibutuhkan inovasi. Jadi kita jajakilah kerja sama ini, kita menelusuri apa yang mereka butuh dan kita butuhkan,” ujar mantan Sekwan ini.

Sejak menjalin kerja sama, Mulyati mengakui pihaknya semakin padat kegiatan. Kerap kali melakukan penjemputan langsung ke lapangan untuk warga yang rentan maupun penyandang disabilitas. Kendala sebelumnya karena keacuhan masyarakat dan jarak perekaman tidak lagi berarti.

Perekaman jalan secara kontinue begitu pun kepengurusan administrasi kependudukan lainnya. Jika lengah, target tuntas administrasi kependudukan tidak akan selesai.

“Waktu libur juga kita gunakan kerja karena pelayanan bertambah. Mau tidak mau harus kita gencar sehingga pelayan ditingkatkan,” katanya.

Dengan upaya menuntaskan administrasi kependudukan, Mulyati berharap kerja keras yang dibangun selama ini tidak tercederai dengan ulah oknum yang mengambil keuntungan sendiri. Ia berharap tak ada lagi pungutan liar dan calo-calo administrasi kependudukan.

“Kita sudah tegaskan ini, kita pasang spanduk larangan pungli. Kita juga warning pemohon, kalau terbukti kasih memberi juga akan ditindaki,” tegasnya.

Komentar

Rekomendasi

Kabar Baik, Seluruh PDP di Kabupaten Bulukumba Dinyatakan Sembuh

Dinas Perikanan Bulukumba Suplai Ikan Segar untuk Warga Baturapa

Wakil Bupati TSY Temui Warga Serahkan BLT

Tangkal Corona, Bank Mandiri Serahkan Bilik Semprot Antiseptik ke Pemkab Bulukumba

Jembatan Dusun Kassi Pute Lolisang Kajang Roboh, Ternyata Ini Penyebabnya

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar