Siswa SMA Tewas Usai Ikut MOS, Polisi Pastikan Ada Pelanggaran Pidana

sumber: kompascom

Terkini.id, Palembang – Salah seorang siswa SMA di Sekolah Taruna Indonesia di Palembang, Sumatera Selatan, tewas usai mengikuti kegiatan orientasi siswa (MOS).

Kabar kematian Siswa tersebut, yakni Delwyn Berli (14), diterima sang paman, Aswin (46) dari pihak sekolah.

Aswin pun mengungkap berbagai fakta yang terjadi saat keponakannya tersebut mengikuti Masa Orientasi Siswa atau MOS.

Aswin mengatakan, sebelum meninggal DBJ berjalan kaki sejauh 8,7 kilometer bersama siswa lainnya dalam kegiatan orientasi siswa.

Perjalanan tersebut mereka tempuh dari Talang Jambe hingga ke kawasan Sukabangun, Palembang.

Akan tetapi, saat berjalan di parit selebar dua meter, korban mendadak pingsan tak sadarkan diri hingga akhirnya dibawa ke rumah sakit.

“Kami belum tahu penyebab meninggalnya karena apa, menurut penjelasan pihak sekolah keponakan saya itu sedang mengikuti kegiatan orientasi siswa,” kata Aswin, saat berada di Rumah Sakit (RS) Bhayangkara Palembang seperti dilansir dari kompascom.

Dia menyebutkan, beberapa keanehan yang dia lihat adalah ditemukannya luka memar pada bagian kaki keponakannya.

Hal itu diperkuat hasil visum yang juga menemukan tanda memas di bagian kepala dan kaki.

“Saat diperiksa visum dalam juga memang resapan darah di kepala. Berarti ada benturan kuat di kepala. Di dada juga ada,” ujar Dokter Forensik Rumah Sakit Bhayangkara Palembang, Indra Sakti.

Polisi Periksa Saksi-saksi

Polisi pun secara maraton memeriksa sejumlah saksi terkait siswa SMA Taruna Indonesia, yang bernama Delwyn Berli (14) tersebut.

Polisi menemukan banyak kejanggalan.

“Banyak temuan-temuan yang janggal. Nanti kami (beri tahu) di rilis,” tegas Kapolresta Palembang, Kombes Didi Hayamasyah seperti dilansir dari detikcom, Senin 15 Juli 2019.

Hasil temuan tersebut, lanjut Didi, dilihat dari hasil pemeriksaan dokter forensik di RS Bhayangkara Polda Sumsel.

Ada luka serius di tubuh korban dan luka di kepala bagian belakang.

Dari temuan di lapangan, mantan Kabid Propam Polda Sumsel ini pun yakin ada tersangka di kasus tersebut. Akan tetapi, dia belum mau membeberkan karena hasil forensik baru diterima sore ini.

“Kalau dilihat dari hasil autopsi pasti (ada tersangka), karena di kepala pecah juga itu belakangnya,” jawab Didi menjawab pertanyaan wartawan apakah ada tersangka dalam kasus ini.

Untuk diketahui, Delwyn Berli Juliandro (14) meninggal di RS Myria, Palembang. Korban disebut sempat kejang-kejang dan pingsan saat mengikuti rangkaian kegiatan MOS tersebut pada Jumat 12 Juli malam.

Melihat kondisi korban kejang, panitia pun langsung membawa korban ke RS Myria. Korban dilaporkan meninggal pada Sabtu 13 Juli 2019 sekira pukul 04.00 WIB.

Ibu kandung korban, Berce (41), yang tak terima langsung melaporkan kejadian ini ke Polresta Palembang. Dalam laporan itu, Berce melihat banyak luka lebam di tubuh putranya.

Polisi yang mendapat laporan langsung menuju SMA Taruna Indonesia di Jalan Pendidikan, Sukarami Palembang. Dari sekolah, polisi pun membawa beberapa orang saksi untuk dimintai keterangan.

Komentar

Rekomendasi

Penampakan Wuhan seperti Kota Mati, Mahasiswi Indonesia Mengaku Terjebak

Sempat Sebut Virus Korona sudah Dikendalikan, Dokter Ahli Ini Malah Tertular lewat Mata

Alasan-alasan Virus Corona Berasal dari Lab Senjata Biologi China di Wuhan yang Bocor

Ngerinya Penyebaran Virus Corona: China Batalkan Perayaan Imlek, 1.400 Orang Terinfeksi

Ada Dugaan Korupsi Miliaran Rupiah di Perumda Air Minum Kota Makassar

Himasera FSD UNM Gelar Pameran bersama Seni Rupa Art Collabs 2020

Mahasiswa Seni dan Guru Seni Budaya Se-Makassar Ikuti Seminar Kewirausahaan Himasera FSD UNM

Basarnas Hentikan Pencarian Petani Rumput Laut yang Tenggelam di Jeneponto

Beredar Video Perawat di China Menangis Histeris, Diduga Frustasi Tangani Pasien Virus Corona

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar