Siswa di Takalar Meninggal karena Demam Berdarah, Bukan Vaksin MR

Terkini.id, Makassar – Peristiwa meninggalnya seorang siswa di Takalar usai divaksin imunisasi Measles Rubella (MR), telah terkuak. Ternyata penyebabnya bukan karena vaksin.

Komite Daerah Pengkajian Penanggulangan Kejadian Ikutan pasca Imunisasi (KIPI), Dr dr Martira Maddeppungeng SpA angkat bicara terkait meninggalnya pelajar di Takalar, Irfan (13).

Seperti diketahui, Irfan meninggal sepekan setelah mengikuti vaksin imunisasi Measles Rubella (MR).

Menurut Martira, meninggalnya Irfan tidak terkait dengan Vaksin MR. Sesuai kronologis kejadian dari hasil investigasi tim KIPI, Irfan divaksin pada Senin 6 Agustus 2018 lalu.

Setelah itu, Irfan mengidap demam tinggi dan sempat dirawat di Puskesmas selama dua hari. Namun, kondisi Irfan tak kunjung membaik, sehingga pihak puskesmas mengusulkan agar Irfan dirujuk ke rumah sakit.

Menolak ke Rumah Sakit

Sayangnya, orang tua Irfan menolak saat Puskesmas ingin merujuk ke rumah sakit. “Karena orang tua menolak. sehingga anak itu dirawat di rumahnya. Tak lama itu, anak tersebut meninggal dunia,” papar Martira di Makassar, Selasa 14 Agustus 2018.
Menurutnya, berdasarkan hasil investigasi, meninggalnya siswa SMPN 5 Takalar itu karena terkena gejala demam berdarah.

Hal itu dikarenakan di daerah tempat tinggalnya ada dua anak pernah menderita demam berdarah. “Jadi ada sumber penularan melalui nyamuk,” ungkapnya.

Dia menambahkan, saat Irfan divaksin kondisinya sehat, hanya saja demam berdara sifatnya menyerang tiba-tiba.

“Memang Vaksin MR ada efek sampingnya, yaitu akan muncul demam 5-7 hari setelah divaksin tapi frekuensinya rendah. Tapi kami menganggap tidak ada pengaruhnya gejala demam berdarah dengan setelah divaksin. Kalaupun muncul demam, itu akan muncul 5-7 hari setelah divaksin. Nah anak ini meninggal 7 hari sesudah divaksin,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini