Siswi Kristen Dipaksa Jilbab, Denny Siregar: Nadiem Makarim Harus Bereskan Sebelum Virus Mereka Tersebar

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar menyinggung Menteri Pendidikan Nadiem Makarim soal kabar adanya seorang siswi beragama Kristen di sekolah negeri di Padang dipaksa memakai jilbab.

Lewat cuitannya di Twitter, Jumat 22 Januari 2021, Denny Siregar meminta Nadiem Makarim untuk membereskan hal itu sebelum peristiwa tersebut banyak terjadi di Indonesia.

Denny juga menilai bahwa sekarang ini memang sudah banyak sekolah negeri yang telah berubah menjadi sekolah Islam lantaran aturan pemaksaan jilbab terhadap siswi di sekolah tersebut.

“Sekolah negeri masa kini banyak yang sudah berubah menjadi sekolah agama. Pemaksaan jilbab, bahkan ke siswi yang non muslim, terjadi di banyak tempat,” cuit Denny Siregar.

Mungkin Anda menyukai ini:

Oleh karenanya, ia meminta agar Menteri Pendidikan Nadiem Makarim segera bertindak membereskan perilaku pihak di sejumlah sekolah negeri tersebut.

Baca Juga: Dituding Denny Siregar Jadi Provokator Kasus Nakes Siantar, Tengku Zul:...

“Mas nadiemmakarim harus mulai membereskan hal-hal seperti ini. Kalau tidak, virus mereka akan semakin menyebar kemana-kemana,” tegas Denny Siregar menandai Twitter Nadiem Makarim.

Dalam cuitannya itu, Denny juga membagikan unggahan netizen yang memposting foto tangkapan layar terkait peristiwa yang menimpa siswi Kristen di SMKN 2 Padang dipaksa pakai jilbab oleh pihak sekolah.

Dalam foto tangkapan layar tersebut, tampak orang tua siswi itu yakni Elianu Hia mengaku dipanggil pihak SMKN 2 Padang lantaran anaknya yang nonmuslim tidak memakai jilbab.

Baca Juga: Kasus 4 Nakes Mandikan Jenazah Dihentikan, Denny Siregar: Terima Kasih...

“Lagi di sekolah SMK Negri 2 Padang. Saya dipanggil karna anak saya tidak pakai jilbab. Kita tunggu aja hasil akhirnya. saya mohon didoakan ya,” tulis Elianu Hia.

Dalam foto tangkapan layar unggahan netizen yang dibagikan Denny Siregar tersebut, juga terlihat surat pernyataan dari Elianu Hia.

Dalam surat pernyataan itu, tertulis Elianu Hia selaku wali dari siswi Kristen itu menolak dan merasa keberatan terkait peraturan sekolah negeri tersebut yang mengharuskan siswinya memakai jilbab.

Bagikan