Siswi Spidi Berpeluang Besar Kuliah di Turki

Para siswi Spidi saat berkunjung ke Universitas Sultan Fatih Mehmet

Terkini.id, Turki – Pada Rabu dini hari, 4 Oktober, para siswi SPIDI menjalankan salat lail di bawah suhu 18′ C, kemudian bersiap-siap melanjutkan agenda perjalanan ‘SPIDI Goes to Turkey’.

Para siswi mengunjungi dua universitas, yakni Universitas Sultan Fatih Mehmet dan Universitas Sabahatin Zaim.

Di Universitas Sultan Fatih Mehmet, peserta overseas diterima langsung oleh Professor Dr Ahmef Arslan, Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Islam.

Ahmef Arslan menyambut rombongan dengan memberikan pencerahan dan wawasan tentang Turki dan dunia Islam secara Umum termasuk tentang Ukhuwah Islamiah dan kekaguman beliau terhadap bangsa Melayu nusantara.

Dr Ahmef Arslan berharap ada dari kalangan santri Spidi yg bisa lanjut ke SFM University, secara khusus fakultas Ilmu-ilmu Islam.

Sementara itu, Professor Dr. Khalil Ibrahim Kutlay lulusan Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Ummul Qura, Universitas Makkah al Mukarramah yang turut hadir di tempat juga memberikan sambutan.

Khalil Ibrahim menginspirasi tentang pentingnya sikap dan komitmen kuat yang harus dimiliki oleh seorang wanita muslimah, terlebih lagi dalam memperjuangkan nilai-nilai malu dan ilmu.

Dia membuka sambutannya dengan perkataan Aisyah Ummul mukminin Radhiyallaahu’anhu

“Sebaik-baik wanita adalah wanita Anshar. Mereka tidak dihalangi oleh rasa malu mereka untuk tetap belajar dan menuntut Ilmu.
Jadi rasa malu tidak boleh menghalangi belajar dan belajar tidak perlu menghalangi untuk tetap menjunjung tinggi sifat malu sebagai seorang wanita Muslimah,” tuturnya.

Dalam kunjungan tersebut, peserta mengarungi Selat Bosphorus yang menjadi pemisah antara daratan Eropa dan daratan Asia di Istanbul.

Pulang naik angkutan umum KRL dengan tujuan mengenalkan cara hidup di Turki, apalagi jika Ananda akan lanjut sekolah di Turki sebagaimana diketahui bahwa siswi SPIDI memiliki peluang besar melanjutkan pendidikan di sana.

“Ada peluang besar bagi SPIDI untuk merebut 1 dari 60 kursi yang disiapkan untuk Mahasiswa non Turky. Yang memiliki sertifikat hafal 30 Juz berpeluang mendapatkan beasiswa ful,” tulis Riza Sativani Hayati, Direktur Pendidikan SPIDI.

Berita Terkait
Komentar
Terkini