Masuk

Soal Bisnis Tes PCR, Nicho Silalahi: Masihkah Kita Diam Melihat Mereka Merampok Rakyat?

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi mengomentari soal keterlibatan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dalam bisnis tes PCR.

Nicho Silalahi menilai bahwa keterlibatan pejabat dalam bisnis tes PCR ini merupakan bentuk perampokan kepada rakyat dan tidak seharusnya didiamkan saja.

Ia mengaitkan bisnis tes PCR ini dengan Pemberlakukan Pemnatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang terus diperpanjang dan juga soal Vaksin Merah Putih yang hingga kini belum jelas.

Baca Juga: Nicho Silalahi Kritik Keras Pengesahan RKUHP: Selamat Datang Orba Bertopengkan Merakyat

“Ternyata dibalik Covid ada bisnis yang menggiurkan sehingga harus buat keputusan untuk meraup keuntungan,” kata Nicho Silalahi melalui akun Twitter pribadinga pada Minggu, 7 November 2021.

“Masihkah kita diam melihat mereka merampok rakyat?” tambahnya.

Nicho Silalahi menyinggung kurang lebih 270 Juta jiwa rakyat Indonesia yang menurutnya diam dirampok dengan dalih pandemi.

Baca Juga: Puan Maharani Hadiri Muktamar Muhammadiyah, Nicho Silalahi: Buat Apa Kalian Undang!

“Gile Lo ndro rezim pempeng masih Lo diam kan aja. Gue lebih baik berkalang tanah ketimbang membiarkan rakyat dirampok para Jahanam yang membuat aturan demi bisnisnya. Yok kita gaungkan REVOLUSI,” serunya.

Nicho Silalahi membagikan pernyataannya dengan sebuah beriya soal PT GSI yang ternyata memiliki Laboratorium modern dan kapasitas besar untuk tes PCR.

Sebagaimana diketahui, Luhut memiliki saham di PT Genomik Solidaritas Indonesia (GSI) secara tak langsung melalui dua perusahaan tambang yang terafiliasi dengannya, yakni PT Toba Sejahtera dan PT Toba Bumi Energi.

Adapun PT GSI merupakan perusahaan baru yang didirikan tak lama setelah pandemi Covid-19 merebak di tahun 2020. 

Baca Juga: Rocky Gerung Singgung Pemberontakan G30S PKI usai Luhut Bantah Indonesia Dikuasai China

Ketika itu, sejumlah pengusaha besar patungan untuk membuat PT GSI, salah satunya Garibaldi Thohir yang merupakan saudara dari Menteri BUMN, Erick Thohir. 

Dilansir dari Kompas, bisnis utama dari PT GSI yakni menyediakan tes PCR dan swab antigen. 

Sebagai pemain besar, PT GSI bisa melakukan tes PCR sebanyak 5.000 tes per hari. 

Lab milik PT GSI terbilang sangat modern. Bahkan, perusahaan ini membuka laboratorium tes PCR berstandar Biosafety Level (BSL) 2+.

Laboratorium GSI ini dirancang bukan hanya untuk dapat memberikan pelayanan tes PCR yang hanya berskala masif, namun juga memberikan hasil tes yang lebih cepat.

“Untuk dapat melakukan 5.000 tes per hari, GSI Lab memiliki proses otomatisasi berkapasitas besar yang menerapkan standar tertinggi sehingga hasil tes dapat diakses pada hari yang sama,” ujar Direktur Utama GSI Lab, dr Nino Susanto, 13 Agustus 2020.

Nino mengungkapkan bahwa tes PCR akan dimanfaatkan untuk mengumpulkan data agar bisa cepat melakukan tracing dan isolasi bagi yang terinfeksi tanpa gejala serta mengobati bagi pasien dengan gejala. 

Pasalnya, kata Nino, keterlambatan tracing, isolasi, dan pengobatan bisa menyebabkan penyebaran Covid-19 yang lebih massif, khususnya dari orang yang terinfeksi tapi tanpa gejala.

Selain membuka jasa layanan PCR dan antigen di lokasi laboratoriumnya di Cilandak,  PT GSI juga menawarkan layanan datang ke rumah atau kantor (home service) untuk perusahaan maupun konsumen perorangan.

Selain di Cilandak, bisnis pemeriksaan PCR dan antigen milik PT GSI juga tersebar di lokasi lainnya seperti Bintaro Tangerang, Kuningan Jakarta Selatan, Cengkareng, dan Depok. 

Dikutip dari laman resmi GSI Lab, biaya tes swab PCR di PT GSI ditetapkan sebesar Rp275.000, sesuai dengan ketentuan pemerintah terkait batas tertinggi harga tes PCR.

Dengan tarif sebesar itu, hasil tes PCR bisa keluar di hari yang sama atau kurang dari 24 jam.

GSI Lab beroperasi tanpa libur selama tujuh hari, dari Senin sampai Minggu, dengan jam operasional dari pukul 08.00 – 21.00 WIB.

Menurut laman resmi GSI Lab, perusahaan ini mengklaim sudah memiliki lebih dari 1.000 klien dari berbagai perusahaan.