Soal Bom Bunuh Diri di Kabul, China: Telah Tunjukkan Kegagalan Amerika!

Terkini.id, Beijing – Soal bom bunuh diri di Kabul, China: telah tunjukkan kegagalan Amerika! China telah mendesak kelompok Taliban di Afghanistan untuk memenuhi janjinya, memutuskan hubungan dengan semua organisasi teroris.

Pemerintah Negeri Tirai Bambu itu juga dengan tegas mengingatkan Taliban untuk menindak Gerakan Islam Turkistan Timur (ETIM), dan mengatasi hambatan yang mengalangi kerja sama keamanan dan pembangunan regional.

Hal tersebut diungkapkan Juru bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian dalam konferensi pers di Beijing pada Jumat 27 Agustus 2021 kemarin, menyusul dua serangan bom bunuh diri pada Kamis 26 Agustus 2021 di dekat bandara Kabul yang menewaskan sedikitnya 13 tentara Amerika Serikat (AS) dan lebih dari 100 warga Afghanistan.

Baca Juga: Gawat, Kasus Covid di China Meroket Lagi, 4 Juta Orang...

“Kami memperhatikan, selama 20 tahun terakhir beberapa organisasi teroris telah berkumpul dan berkembang di Afghanistan, menimbulkan ancaman besar bagi keamanan internasional dan regional, terutama ETIM,” ungkap Zhao Lijian, seperti dilansir dari Global Times, Sabtu 28 Agustus 2021.

Ia menambahkan, pihaknya mencatat ETIM telah terdaftar sebagai organisasi teroris oleh Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), dan telah menimbulkan ancaman langsung terhadap keamanan nasional dan keselamatan rakyat China.

Baca Juga: Atasi Kelaparan di Afghanistan, PBB Butuh Dana Rp3,1 Triliun Per...

Zhao Lijian mengatakan, kelompok Taliban Afghanistan telah mengklarifikasi ke China mereka tidak akan membiarkan pasukan apapun untuk mengusik China melalui serangan yang dilakukan melalui Afghanistan.

China sendiri, imbuh Zhao Lijian, mengungkapkan telah mendesak Taiban guna memenuhi janjinya memutuskan hubungan dengan semua organisasi teroris.

Serangan bom di luar bandara Kabul, yang telah menewaskan 13 tentara AS dan sedikitnya 100 warga Afghanistan adalah dampak buruk dari penarikan Amerika Serikat yang tergesa-gesa, tidak terorganisir dan tidak bertanggung jawab dari Afghanistan.

Baca Juga: Atasi Kelaparan di Afghanistan, PBB Butuh Dana Rp3,1 Triliun Per...

“Ini merupakan tamparan bagi Amerika yang baru saja mencatat sejarah sebagai ‘misi akhir’ yang gagal di Afghanistan,” kata Zhao Lijian.

Sementara itu, Kapten Bill Urban dari Komando Pusat AS seperti dikutip CNN, membeberkan jika lebih 90 orang Afghanistan tewas dan 140 terluka.

Ia menjelaskan, dua pembom bunuh diri dan orang-orang bersenjata menyerang warga yang hendak mengungsi keluar negeri di luar bandara Hamid Karzai, Kabul pada Kamis 27 Agustus 2021, menyebabkan 13 tentara AS tewas dan 18 terluka.

Reuters melaporkan, insiden itu merupakan salah satu catatan terkelam selama invasi Amerika Serikat di Afghanistan lantaran tentara AS yang tewas diklaim paling banyak dalam satu insiden. Paling tidak, sejak 30 personel tewas ketika sebuah helikopter ditembak jatuh pada Agustus 2011 lalu.

Bagikan