Makassar Terkini
Masuk

Soal Lonjakan Kasus Covid, Dokter Eva: Saya Masih Kerja di RS Indonesia, Kasusnya Melonjak Dimana ya?

Terkini.id, Jakarta –  Kasus covid di Indonesia kembali mengalami peningkatan sebanyak 31 sejak tiga pekan terakhir.

Lonjakan kasus ini mendapat tanggapan dari salah satu dokter Indonesia, yakni Dokter Eva Sri Diana Chaniago atau akrab disapa Dokter Eva. Melalui cuitannya, Dia lantas mempertanyakan lonjakan kasus Covid itu seperti yang diinformasikan.

Menurut Dokter Eva, dirinya sebagai dokter tidak melihat adanya lonjakan kasus, namun santer diberitakan bahwa kasus Covid di Indonesia meningkat drastis.

Dia menyampaikan bahwa dirinya masih aktif bekerja di salah satu rumah sakit di Indonesia, namun hingga saat ini dirinya tidak mendengar ada lonjakan kasus di Indonesia.

“Perasaan saya belum pindah negara dan masih kerja di RS Indonesia”, kata Dokter Eva, dikutip dari cuitannya di media sosial Twitter, Jumat 10 Juni 2022.

Tak hanya itu, dokter yang juga aktivis itu mempertanyakan rumah sakit mana yang kasus Covidnya mengalami lonjakan.

“Kasusnya melonjak dimana ya adakah TS yang RS nya kembali mengalami lonjakan kasus Covid?, tulisnya lagi.

Cuitan Dokter Eva soal kasus Covid meningkat ini pun mendapat tanggapan dari tenaga kesehatan lainnya yang juga mempertanyakan mengenai lonjakan kasus ini.

“Bangsal Covid di 2 RS tempat saya bekerja masih kosong sampai sekarang, un”, komentar Dokter @berlianidris.

Sebagai informasi, peningkatan kasus di Indonesia seperti yang disampaikan oleh Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito meningkat melebihi kasus yang terjadi pada 22 Mei 2022 lalu.

“Jika dilihat pada grafik kasus positif Covid-19 mingguan, terjadi kenaikan 571 atau 31 persen dari kasus tanggal 22 Mei 2022, yaitu dari 1.814 menjadi 2.385 kasus mingguan,” kata Wiku

Selain itu, juga terjadi peningkatan kasus aktif Covid-19 dalam empat hari terakhir sebesar 328 kasus atau 10 persen dari kasus harian pada 2 Juni 2022, yakni 3.105 menjadi 3.433 kasus.

“Hal ini penting untuk diwaspadai mengingat selama lebih kurang tiga bulan berturut-turut sejak gelombang Omicron kita berhasil mempertahankan kasus agar tetap stabil,” ujarnya.

Meskipun begitu, jumlah kenaikan pada kasus tersebut tidak diikuti dengan tren kenaikan tingkat keterisian tempat tidur (BOR) di rumah sakit.

Tren jumlah kematian mingguan akibat Covid-19 juga hingga kini masih terus mengalami penurunan.