Soal Lurah Lakessi, Luthfi Natsir : Masa Orang Dilarang Bawa Uang di Dalam Tasnya

Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Parepare Luthfi Natsir angkat bicara soal kasus dugaan 'money politic' yang disangkakan kepada Lurah Lakessi, Awaluddin.

Terkini.id, Parepare – Pejabat sementara (Pjs) Wali Kota Parepare Luthfi Natsir angkat bicara soal kasus dugaan ‘money politic’ yang disangkakan kepada Lurah Lakessi, Awaluddin.

Menurut Luthfi Natsir, pihaknya jauh-jauh sebelumnya telah menginstruksikan kepada seluruh Camat dan Lurah agar malakukan pemantauan secara rutin di wilayah kerjanya, baik siang maupun di malam hari. “Bahkan kalau perlu 24 jam,” tegas Lutfhfi Natsir yang dihubungi via phone, Senin, 18 Juni 2018.

Terkait temuan salah satu tim paslon yang mendapati amplop berisi uang di dalam tas milik Awaluddin, Pjs Wali Kota Parepare yang juga Kepala Inspektorat Provinsi Sulawesi Selatan tersebut dengan gamblang menguraikan alasan yang bisa diterima.

“Selama tidak kedapatan membagikan uang dan masih di dalam tas, saya rasa itu sah-sah saja. Masa’ orang dilarang bawa uang di dalam tas milik sendiri,” terang Luthfi.

Kendati demikian, atas nama Pemerintah Kota Parepare, pihaknya menyerahkan kasus tersebut kepada pihak yang berwenang untuk menyelidiki kebenaran sesuai fakta di lapangan.

“Sikap Pemkot, kami menyerahkan sepenuhnya kepada Panwaslu agar memproses untuk membuktikan apakah terbukti atau tidak terbukti dugaan ‘money politic’ kepada Lurah kami. Tapi yang pastinya imbauan kepada Lurah dan Camat untuk berkeliling setiap hari di wilayah kerjanya adalah instruksi dari saya atas nama Pemerintah Kota,” tegas Luthfi.

Sementara itu, Lurah Lakessi, Awaluddin membantah jika dirinya membagikan uang untuk memenangkan salah satu Paslon. Awal, sapaan Lurah ini mengaku, jika uang jutaan itu milik pribadinya. “Saya tidak bawa dompet, jadi apa salahnya kalau saya bawa uang di dalam tas saya,” jelas Awal.

Terpisah, Komisioner Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Parepare, Nur Islah mengatakan, jika saat ini pihaknya belum dapat membuktikan kasus itu merupakan ‘money politic’ atau bukan. “Masih sementara pemeriksaan. Kita belum bisa putuskan terbukti atau tidak terbukti,” ungkapnya.

Komentar

Rekomendasi

Berita Lainnya

Ini Alasan Abdul Rahman Bando Terima Pinangan Appi

Cegah Covid-19, DPR Dan KPU Sepakati Tunda Pilkada Serentak 2020

Aliansi Mahasiswa Cinta Demokrasi Gelar Deklarasi Pilkada Damai Berintegritas 2020

Mahasiswa Wajib Mengontrol Jalannya Demokrasi Pilkada Serentak 2020

Pemuda Sebagai Benteng Pelindung Publik dari Hoax

Parpol Diminta Tidak Usung Cakada Terindikasi Korupsi

Amirullah Nur Penantang Kuat di Pilkada Maros

Gerindra Sulsel Kirim nama Calon Kepala Daerah ke DPP

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar