Soal Pernikahan di Bawah Umur di Bantaeng, Berikut Alasan Orang Tua Mempelai

Pernikahan anak dibawah umur kembali terulang di Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan.

Terkini.id,Bantaeng – Pernikahan anak di bawah umur yang kembali menggemparkan publik di Kabupaten Bantaeng ternyata tidak terdaftar di KUA Kecamatan Uluere Bantaeng.

Seperti yang disampaikan oleh Penyuluh Fungsional KUA Kecamatan Uluere Muhammad Sukri yang mengaku pernikahan pasangan dini ini tidak tercatat di KUA.

Kedua orang tua pasangan nikah dini Rezki (13) dan Sarmila (17) ini pun mengaku punya alasan kuat untuk menikahkan anak mereka meskipun usia mereka masih sangat dini. Dan tidak mendaftarkannya di KUA karena takut ditolak.

Ayah Rezki sang mempelai pria Salaming, mengaku menikahkan anaknya yang masih kecil tersebut keinginan anaknya sendiri yang mengaku sudah berpacaran sejak satu tahun lalu.

Sehingga, untuk menghindari hal tidak diinginkan sekaligus menjaga nama baik keluarga yang sangat kental dengan budaya siri’ (malu) sebagai suku Makassar, maka keinginan mereka tersebut dikabulkan.

“Karena maumi menikah jadi kita kasi nikah. Supaya tidak adal lagi cerita cerita di belakang,” ujarnya.

Sedangkan ayah mempelai wanita, Podding juga mengungkapkan hal yang sama. Menurutnya karena anaknya sudah ada yang lamar maka tidak ada alasan untuk menolak.

“Masih ada hubungan keluarga, mereka juga baku suka jadi kita terimami lamarannya,”jelasnya .

Sarmila juga mengaku kalau hubungannya dengan kekasihnya  sudah terjalin setahun terakhir.

Komunikasinya pun selama ini dijalani dengan bertemu, maupun lewat handpone, baik itu teleponan maupun chatting.

Diketahui sendiri Rezki sang mempelai pria baru berumur 13 tahun atau baru saja lulus dari bangku SD, sedangkan sang mempelai wanita Sarmila umurnya sudah 17 tahun dan baru duduk di kelas 2 SMKN 1 Bantaeng.

Berita Terkait
Komentar
Terkini