Soal video perkelahian remaja, pemerhati anak : Stop sebarkan video itu

Pemerhati anak, Haniah

TERKINI.id, PANGKEP – Terkait menyebarnya video perkelahian antara dua remaja perempuan di media sosial, pemerhati anak yang juga aktivis Koalisi Perempuan Independen (KPI) Kabupaten Pangkep, Haniah menyatakan prihatin.

Ia mengatakan, gampangnya remaja menyelesaikan persoalan dengan cara kekerasan adalah gambaran situasi masyarakat yang kerap mempertontonkan hal yang sama. Kondisi seperti ini seolah menjadi penyakit sosial yang sudah akut dan terjadi di mana-mana. Jika dibiarkan berlanjut, kondisi ini akan semakin menjadi-jadi.

“Memang norma masyarakat kita saat ini sudah bergeser. Di sini ada namanya budaya Siri’ atau malu, tapi sudah mulai terkikis. Penyakit sosial ini sudah kronis di mana-mana,” ucapnya, Sabtu, 6 Januari 2017.

Ia juga menyayangkan perkelahian yang terjadi di stadion Andi Mappe yang seharusnya menjadi tempat yang aman untuk aktifitas warga.

“Kita sangat menyayangkan itu terjadi. Padahal, sebenanrnya bisa dicegah. Saya heran kok insiden seperti ini malah jadi tontonan. Parahnya, bukannya melerai malah menonton, di video dan diviralkan,” katanya.

Haniah menambahkan bahwa para pelaku juga korban, untuk itu ia memintaa gar masyarakat tidak menghakimi para pelaku dengan terus menyebarkan video tersebut. “Stop sebarkan video perkelahiannya, itu tidak menyelesaikan persoalan,” ucapnya.

Baca :Kunker di Pangkep, Pj Gubernur Sulsel tekankan netralitas ASN dalam pilkada

Ia berharap, semua unsur masyarakat bisa lebih berperan untuk melakukan pendidikan moral dan karakter kepada anak. Karena proses hukum tidak bisa mencegah itu terjadi.

“Tidak bisa hanya orang tua atau guru atau bahkan Polisi. Ini tanggung jawab kita semua untuk mencegah agar tidak terjadi lagi,” ujarnya.