Soft Launching MNP, Ekspor dari Makassar ke Jepang Sisa 18 Hari

Terkini.id, Makassar – Proyek strategis nasional, Makassar New Port (MNP) akhirnya mulai beroperasi.

Itu setelah pembangunan Tahap I Paket A senilai Rp2,51 triliun telah hampir rampung, dan beroperasi sebagian, mulai Jumat, 2 November 2018

Soft launching Makassar New Port tersebut dilakukan oleh Gubernur Sulsel, Prof Dr Nurdin Abdullah, bersama Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) Farid Padang, Wali Kota Makassar Ramdhan Pomanto, Ketua Kadin Sulsel Zulkarnain Arief, serta sejumlah pengusaha dan pejabat lainnya, Jumat 2 November 2018.

Nurdin Abdullah mengaku bangga, bahkan terkesima dengan proyek MNP tesebut.

Menurut Nurdin, suksesnya proyek yang dijalankan oleh Pelindo IV itu, merupakan kebahagiaan oleh pejabat, dan para pengusaha khususnya di bidang ekspor dan impor.

“Ini sudah lama kita tunggu-tunggu. Saya 20 tahun lalu bangun Maruki International (perusahaan eksportir benda budaya ke Jepang). Anak-anak kita mendesain (produk), barangnya harus ke Surabaya untuk fumigasi dulu. Sampai (barangnya) di Jepang, kita kirim lagi orang untuk perbaiki,” ujar Nurdin yang bercerita tentang cukup ribetnya melakukan ekspor.

Direktur Utama PT Pelindo IV (Persero) Farid Padang, mengungkapkan, hadirnya MNP ini tentu akan memacu aksesibilitas.

“Misalnya, kegiatan ekspor yang dahulunya harus dikirim ke Surabaya dahulu, kini bisa direct call. Barang dikirim langsung dari Makassar ke luar negeri,” terang dia.

Dia mencontohkan, dengan direct call tanpa harus mampir di Surabaya, ekspor barang ke Jepang kini bisa bisa dipersingkat dari sebelumnya mencapai 45 hari, menjadi 18 hari.

“Ekspor ke Tiongkok dan Jepang semuanya di bawah 20 hari,” terang dia.

Tiga Tahap Proyek MNP

Farid Padang menjelaskan lebih rinci, bahwa dalam pembangunannya, Proyek Strategis Nasional (PSN) Makassar New Port (MNP) dibagi dalam tiga tahap, yaitu Tahap I, II dan III.

Untuk Tahap I, proses pembangunannya dibagi lagi per Paket, yaitu Paket A, B, C dan D.

“Pada hari ini (Jumat), yang kami resmikan pengoperasiannya adalah pembangunan MNP Tahap I A yang dibangun pada 2015 hingga 2018, yaitu dermaga dan menelan total investasi untuk infrastruktur dan suprastruktur sebesar Rp2,51 triliun,” rinci Farid.

Dia memaparkan, dengan total lahan seluas 1.428 hektare untuk pembangunan MNP Tahap I, II dan III, pihaknya menargetkan proyek yang 100% merupakan karya anak bangsa ini bakal menelan total investasi sebesar Rp89,57 triliun.

Selain Paket I A yang sudah diresmikan pada Jumat, pihaknya juga masih terus melakukan pengerjaan untuk Paket I B yang menghabiskan anggaran total sebesar Rp1,66 triliun (2018 – 2020), Paket I C dengan besaran biaya Rp2,69 triliun (2020 – 2022) dan Paket I D dengan total investasi sebesar Rp6,14 triliun yang dibangun sejak 2015 hingga 2022 nanti.

Sementara itu, untuk pembangunan MNP Tahap II yang pembangunannya bakal dimulai pada 2022 hingga 2025, pihaknya menargetkan investasi yang bakal diserap sebesar Rp10,01 triliun.

“Maka, untuk pembangunan MNP Tahap III atau tahap terakhir, akan dibangun juga pada 2022 hingga 2025 dengan besaran investasi senilai Rp66,56 triliun.”

Farid juga menyebutkan, hingga 2025 nanti MNP akan memiliki dermaga total sepanjang 9.923 meter, dengan total kapasitas terpasang nanti sebesar 17,5 juta TEUs per tahun.

Adapun dermaga yang diresmikan pada hari Jumat tersebut, memiliki panjang 320 meter dengan kapasitas terpasang 500.000 TEUs. Pada Tahap I B, dermaga yang terbangun nanti memiliki panjang 330 meter dengan daya tampung 1 juta TEUs.

Tahap I C, dermaga yang dibangun sepanjang 350 meter dengan kapasitas terpasang 1 juta TEUs dan Tahap I D, dermaga yang akan dibangun memiliki panjang 1.043 meter.

Sedangkan, pada pembangunan MNP Tahap II, Pelindo IV akan membangun dermaga dengan panjang 3.380 meter dan memiliki daya tampung 5 juta TEUs.

“Pada tahap III atau tahap terakhir nanti, dermaga yang dibangun akan memiliki panjang 4.500 meter dengan kapasitas terpasang 10 juta TEUs,” kata Farid.

Farid menuturkan bahwa, secara umum khususnya untuk pembangunan MNP Tahap I Paket A, proses pengerjaannya terbilang lebih cepat dari target yang dicanangkan. Sebab, pengerjaannya dilakukan serentak dari darat dan laut, sehingga bisa mempercepat proses pembangunan mega proyek tersebut.

“Pengoperasin dan soft launching ini sekaligus untuk menunjukkan kepada publik, baik operator pengguna jasa serta semua asosiasi dan stakeholder yang terlibat dalam pelabuhan bahwa kehadiran MNP akan sangat membantu dan membuka ruang ekspor menjadi lebih besar.”

Sebab kehadiran MNP lanjut Farid, akan menjadi hub besar di Indonesia Timur, utamanya untuk mengubah pola angkutan kapal-kapal berukuran besar sekaligus mengurai antrian yang terjadi di pelabuhan eksisting, di Terminal Petikemas Makassar (TPM).

Direct Call ke Eropa – Amerika

Sementara itu, pada hari yang sama, PT Pelindo IV bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga melakukan direct call perdana dari Makassar ke Eropa dan Amerika.

“Ini adalah direct call perdana dari Makassar langsung ke Eropa dan Amerika. Sebelumnya, ekspor langsung ke dua benua tersebut harus melalui Surabaya dan Jakarta,” ujar Farid.

Dia menyebutkan, dalam direct call tersebut pihaknya melepas 11 kontainer berisi komoditas Rumput Laut, Kayu Olahan dan Biji Kopi untuk dikirim langsung ke Eropa dan Amerika dengan negara tujuan yaitu Spanyol, Perancis, Belanda dan Amerika Serikat.

“Sebanyak 11 kontainer komoditas asal Sulsel yang dikirim langsung dari Makassar pada hari ini hanya untuk tahap awal. Kedepan, tentunya jumlah tersebut akan terus ditingkatkan. Apalagi, kapasitas terpasang MNP cukup besar. Untuk Tahap I Paket A saja bisa mencapai 500.000 TEUs,” tukas Farid.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Sosok

Hari Pahlawan, Begini Pesan Sandiaga Uno

Terkini.id,Jakarta  - Bangsa Indonesia mengenal tanggal 10 November sebagai Hari Pahlawan. Mungkin banyak yang belum mengetahui kenapa pada tanggal 10 November tersebut ditetapkan sebagai