Masuk

Ini Dia Sosok TKA China Yang Tertangkap Basah Menggunakan Seragam Loreng TNI AD

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Beredar sebuah video mengenai seorang warga negara China yang bekerja di PLTU Nagan Raya, Aceh memakai seragam loreng ala Satuan Militer Indonesia.

Dilansir dari halaman detik.com, Selasa 19 April 2022, dalam video itu kelihatan seorang pria dewasa yang memiliki ciri fisik bukan tenaga kerja dalam negeri berpakaian ala TNI AD.

Menurut video tersebut tampak bahwa ada beberapa orang yang menggunakan seragam TNI AD, salah satunya warga negara China tersebut.

Baca Juga: Soal Sikap Jenderal Dudung Kepada Effendi Simbolon, Analis Militer Sebut Jokowi Harus Bertindak Tegas

Posisi warga negara China dalam video itu sedang menggunakan ponsel pribadinya sambil duduk di pos yang terdapat tulisan bahasa mandarin.

“Ini adalah China,” dikutip dari detik.com, bersumber dari suara perekam video tersebut, Selasa 19 April 2022.

Mendengar perkataan sang perekam video tersebut, warga negara China itu langsung menjawab dalam bahasa mandarin ke sang perekam video.

Baca Juga: Effendi Simbolon Sindir TNI Seperti Ormas dan Pembangkang, GMPPK: Sangat Cederai TNI

Azhar selaku Kepala Kantor Imigrasi Meulaboh Aceh membenarkan video viral tersebut. Ia menambahkan bahwa pria yang memakai seragam loreng TNI AD tersebut merupakan buruh kasar di PLTU Nagan Raya, Aceh.

“Benar ada WNA berpakaian loreng, itu bukan pakaian tentara China, melainkan pakaian kerja untuk buruh kasar dan dipakai oleh pekerja di PLTU,” tutur Azhar.

Azhar juga menegaskan bahwa tidak ada pekerja pendatang baru di lokasi kejadian. Warga negara China tersebut adalah pekerja lama yang lengkap dengan surat ijin kerja di PLTU Nagan Raya.

“Kalau izin kerja para TKA itu lengkap semua karena tidak ada lagi yang pendatang baru, jadi orang lama semua,” ujarnya.

Baca Juga: Dicatut Parpol, Bawaslu Bali Terima 108 Aduan dari Masyarakat

TNI AD yang diwakili oleh Letkol Inf Toni Setyo Wibowo menyatakan bahwa warga negara China itu dalam kondisi sedang ditugaskan menjaga pintu keluar untuk mencatat proses masuk keluar rekan kerjanya yang juga berasal dari China.

PLTU Nagan Raya juga dilengkapi oleh petugas keamanan yang bersiaga di lokasi. Petugas keamanan tersebut tidak bisa berbahasa mandarin sehingga warga negara China itu yang ditugaskan untuk menjaga pintu keluar.

“Dia mengecek pihak internal yang keluar masuk. Dia dipakai di sana karena anggota pengamanan tidak bisa bahasa China. Jadi dia mengecek, misalnya ada yang keluar lokasi itu mau ke mana,” ucap Tony.

Pihak TNI AD Republik Indonesia sudah meminta kepada seluruh pekerja warga negara China PLTU Nagan Raya untuk tidak menggunakan seragam loreng lagi.

Tony juga menambahkan bahwa pihak PLTU Nagan Raya sudah meminta maaf secara langsung kepada TNI AD.