Sudah Tiga Bulan, Warga Lombok Korban Gempa Masih Mengungsi

Pasca Gempa susulan Lombok Utara, Minggu 5 Agustus, sejumlah warga mengungsi ke daerah aman.

Terkini.id, Lombok – Sudah sekitar tiga bulan setelah gempa melanda Lombok, ratusan keluarga di tiga Dusun Jelateng, Desa Gegerung, Kecamatan Lingsar, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), masih tinggal di tenda-tenda pengungsian.

Dilansir dari CNNIndonesia, terpantau ada hingga sekitar lima titik pengungsian. Satu titik di Jelateng Barat, Satu titik di Jelateng Timur, dan tiga titik di Jelateng Tengah. Di setiap titik ada puluhan keluarga yang mengungsi.

Warga mengaku terpaksa masih menempati pengungsian. Itu karena sebagian besar rumahnya mengalami kerusakan berat bahkan hancur.

Mantan Kepala Dusun Jelateng Timur, Jaelani, mengungkapkan, sebagian rumahnya hancur akibat gempa yang terjadi pada Agustus 2018. Hingga kini, ia masih menempati tenda pengungsian bersama warga lainnya.

“Sementara tinggal di sini dulu sama warga. Di sini ada tiga dusun di Jelateng ini, jumlahnya sekitar 550 kepala keluarga. Warganya 1.350-an jiwa,” kata Jaelani, Sabtu 17 November 2018.

Menarik untuk Anda:

Tenda yang ditempati Jaelani merupakan salah satu tenda pengungsian bersama. Ukurannya sekitar 5 x 8 meter. Tenda ini cukup untuk menampung puluhan warga.

Warga dusun Kecinan dan Mentigi mengungsi sejak terjadi gempa dengan kekuatan 7 SR pada hari Minggu 5 Agustus 2018.

Akan tetapi, kondisinya cukup memprihatinkan, karena menggunakan alas seadanya. Ketika siang hari, suhu di dalam tenda sangat panas dan terasa pengap.

Saat hujan besar mengguyur wilayah Jelateng, area pengungsian tersebut kerap tergenang banjir akibat meluapnya air sungai yang jaraknya tidak jauh dari tempat tersebut.

Konten Bersponsor

Mungkin Anda Suka

Meutia Hatta Bilang Protokol Kesehatan dari Kebiasaan Jadi Kebudayaan

Pertahankan Zona Hijau, Gubernur ini Bocorkan Rahasianya

Komentar

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar